Kodim Cilacap Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H

Cilacap –  Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT kaitannya shalat guna membentuk karakter patriot NKRI yang tangguh, Kodim 0703 Cilacap menggelar acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H/2023 bertempat di Aula Satya Kartika Kodim, Jln. Jenderal Sudirman, No. D -1 Cilacap, Senin (27/02).

Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0703/Cilacap Letkol inf Andi Afandi, S.l.P., M.I.P, Ketua Persit KCK Cabang XVIII Dim 0703/Clp Ny. Ninda Andi Afandi beserta pengurus, Kasdim 0703/Cilacap Mayor lnf Saeroji, Imam Masjid Agung Darussalam KH. Muslihun Ashari, Qori Asad Umam, para Perwira Staf, Danramil Kodim 0703/Cilacap, anggota prajurit dan PNS Kodim 0703/Cilacap dan Dinas Jawatan. 

Letkol inf Andi Afandi, S.l.P, M.I.P mengatakan sesuai tema yang diusung pada Peringatan Isra Miraj tahun ini yaitu “Shalat Membentuk Karakter Patriot NKRI Yang Tangguh”, pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita senantiasa mengingat kembali hari yang istimewa yaitu kisah perjalanan nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan peristiwa Isra Miraj.

Dimana kita sebagai umat manusia bisa mewujudkan segala contoh sikap moril yang baik dari Nabi Muhammad SAW  untuk lebih meningkatkan keimanan serta semangat pengabdian kita dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

BACA JUGA:   Anggota Koramil 06/Kesugihan Bersama Warga, Bersihkan Sampah di Bawah Jembatan Sungai Apur

Dalam meneliti sebuah persoalan yang dibutuhkan rasional dan logika tetapi sebagai orang Islam selain rasional dan logika menggunakan juga keimanan. Sejarah dalam perjalanan perjuangan yang didengungkan oleh para pejuang TKR dan Ulama pada masa itu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah konsep Jihad. Pada masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan, ulama dan umat Islam berperan besar mulai dari berperang melawan penjajah hingga merumuskan dasar negara dan bentuk negara.

“Semoga dengan peringatan Isra Mi’raj kali ini semua prajurit selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, serta ikhlas dan tawakal dalam menghadapi segala ujian dan dapat mengemban tugasnya dengan baik,”harap Dandim.

Dalam tausiyahnya KH. Muslihun Ashari selaku Imam Masjid Agung Darussalam Cilacap menuturkan Peristiwa Isra dan Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW dijelaskan Allah SWT dalam QS Al-Isra ayat 1, yang artinya Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (Kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

BACA JUGA:   Satgas TMMD Kodim Pati Mendukung Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Isra merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina yang merupakan kota suci 3 Agama dan tempat lahirnya para nabi nabi dan lahirnya agama Samawi. Sementara itu, Mi’raj adalah peristiwa saat Nabi Muhammad dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Sidratul Muntaha, melewati 7 langit, untuk menerima perintah Sholat 5 waktu.

“Hikmah Isra Miraj yang penting diketahui seorang muslim diantaranya tidak boleh putus asa dari rahmat Allah SWT, Seberat apapun cobaan masalah yang datang, kita harus berusaha untuk menghadapinya,” tuturnya.

Salat lima waktu adalah perintah wajib yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mi’raj. Pada awalnya, Allah SWT memberi perintah shalat dalam sehari sebanyak 50 kali, Setelah bernegosiasi dan rekomendasi dari beberapa Nabi, Nabi Muhammad SAW berhasil mendapatkan perintah shalat lima kali dalam sehari. 

BACA JUGA:   Mushola Nurul Iman Siap Untuk Digunakan Menunaikan Shalat 5 Waktu

Shalat Subuh pertama kali dikerjakan oleh Nabi Adam AS, Salat Zuhur pertama kali dikerjakan oleh Nabi Ibrahim AS, Salat Asar pertama kali dikerjakan oleh Nabi Yunus AS, Salat Maghrib pertama kali dikerjakan oleh Nabi Isa AS, Salat Isya pertama kali dikerjakan oleh Nabi Musa AS.

Ditegaskan, Jumlah rakaat shalat yang sekarang kita laksanakan diambil dari penggabungan Shalat para Nabi, dan gerakan shalat diambil dari gerakan para Malaikat dalam menyembah Allah SWT.

Hikmah perihal jumlah 17 rakaat shalat adalah karena waktu aktivitas manusia dalam sehari itu 17 jam, Dengan rincian 12 jam pada siang hari, dan 5 jam pada malamnya (3 jam di permulaan malam dan 2 jam di waktu akhir malam sebelum pagi atau sepertiga malam).

“Shalat adalah panggilan Allah, oleh karena itu sebagai umat muslim wajib hukumnya melaksanakan perintah Allah SWT shalat sebagai bentuk ketaqwaan umat kepada Allah, dan menggugurkan dosa dosa,” tegasnya.

(Oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *