Satu Malam untuk Dua Ton, Ketika Negara Tak Beri Kesempatan Narkoba Kembali

BATAMCLICK.COM: Langit malam Batam pada Selasa, 20 Mei 2025, menyaksikan sesuatu yang tak biasa. Api menyala dalam insinerator, asap mengepul tinggi. Di balik nyala itu, dua ton narkotika — sabu dan kokain — musnah tanpa sisa. Bukan kecelakaan, bukan insiden. Ini keputusan cepat, tindakan tegas negara terhadap ancaman mematikan yang baru saja digagalkan masuk lewat perairan Kepulauan Riau.

Hanya berselang beberapa jam sejak penangkapan, barang haram senilai miliaran rupiah itu langsung dibakar dalam dua lokasi terpisah: di Mako Lantamal IV Batam dan PT Desa Air Cargo. Malam itu, suara komando bersahutan. Prosedur dijalankan ketat. Tidak ada ruang bagi kelengahan.

“Ada tenggat waktu tiga hari untuk memusnahkan, tapi kami pilih untuk segera,” kata Kombes Pol Bubung Pramiadi, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, dengan nada tegas namun penuh kehati-hatian. “Lebih cepat tentu lebih aman.”

Baginya dan seluruh aparat yang terlibat, kecepatan bukan soal gaya — ini soal nyawa. Risiko kebocoran, penyalahgunaan, atau pengkhianatan selalu mengintai ketika barang bukti sebesar ini dibiarkan terlalu lama. Maka malam itu, tidak ada waktu untuk menunda.

“Semua harus lengkap — Laporan Kasus Narkotika, berita acara, hasil lab. Tapi setelah itu, jangan tunggu lagi,” jelas Bubung.

Proses pemusnahan dimulai pukul 18.28 WIB dan selesai dua jam kemudian. Di dua lokasi berbeda, tim dari TNI AL, BNN RI, BNN Kepri, Polisi Militer, serta aparat penegak hukum lainnya bekerja dalam koordinasi penuh. Tidak hanya untuk membakar barang bukti, tetapi juga membakar ancaman yang bisa saja menyentuh anak-anak bangsa, pemuda, bahkan generasi mendatang.

Barang-barang itu disita dari kapal penyelundup yang berhasil dihentikan TNI AL di Selat Durian, perairan Karimun. Penangkapan itu sendiri menjadi prestasi tersendiri — menggagalkan salah satu penyelundupan terbesar di awal tahun.

Namun malam itu, bukan kemenangan yang dirayakan. Yang dirayakan adalah hilangnya ancaman, padamnya bahaya, dan tegaknya hukum yang tak memberi ampun pada narkoba.

Karena di balik setiap butir sabu dan serpihan kokain, selalu ada cerita pilu, selalu ada kemungkinan satu keluarga hancur, satu masa depan sirna.

Dan malam itu, di Batam, dua ton kemungkinan buruk itu dikembalikan ke abu.

Merlinda
Editor: Abd Hamid