IHSG Diperkirakan Menguat, Pelaku Pasar Fokus pada Kebijakan BI dan Sentimen Global

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diprediksi menguat seiring pelaku pasar yang mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan. IHSG dibuka naik 20,10 poin atau 0,60 persen ke posisi 7.114,70, sementara indeks LQ45 juga naik 2,96 poin atau 0,37 persen ke level 805,51.

Menurut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, perhatian utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga BI di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini. Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung Selasa dan Rabu ini menjadi momen krusial. Konsensus memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga dari 5,75 persen ke 5,50 persen pada pertemuan Mei 2025, didorong oleh penguatan rupiah dan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi domestik yang tengah melambat.

Selain itu, sentimen positif datang dari paparan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan kepada DPR, yang memuat target pertumbuhan ekonomi 5,2 hingga 5,8 persen serta inflasi 1,5 sampai 3,5 persen untuk tahun depan. Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran 16.500 hingga 16.900, yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2026.

Di regional Asia, People’s Bank of China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman acuan (Loan Prime Rate) sebanyak 10 basis poin menjadi 3,0 persen untuk jangka satu tahun dan 3,5 persen untuk jangka lima tahun, langkah yang diharapkan mendorong bank-bank kecil mengikuti kebijakan serupa. Langkah ini diambil seiring menguatnya yuan dan meredanya ketegangan perdagangan.

Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu perkembangan dari Amerika Serikat terkait proposal pajak Presiden Donald Trump. Hingga Selasa, Trump masih menghadapi penolakan dari anggota Partai Republik di DPR terhadap Rancangan Undang-Undang pajak besar, terutama soal batas atas pengurangan pajak negara bagian dan lokal (SALT cap), yang mengancam kelolosan RUU tersebut.

Di sisi lain, bursa saham utama AS pada Selasa berakhir melemah setelah reli saham teknologi berakhir. Indeks S&P 500 turun 0,39 persen ke 5.940,46, Nasdaq turun 0,38 persen ke 19.142,71, dan Dow Jones turun 0,27 persen ke 42.677,24. Bursa saham Asia pagi ini mencatat pergerakan mixed dengan Nikkei dan Hang Seng melemah, sedangkan Shanghai dan Strait Times menguat.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka