Pemerintah Dorong Gizi Seimbang dan Lapangan Kerja Lewat Program MBG
Dapur Makan Bergizi Gratis di Batam menjadi salah satu bukti nyata hadirnya negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak. Setiap hari, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Laksamana Bintan, Sungai Panas, Batam ini, menyiapkan 3.686 porsi makanan sehat dan bergizi. Makanan ini kemudian didistribusikan ke delapan Sekolah Dasar, dua Taman Kanak-Kanak, dan dua Posyandu di kota industri tersebut.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyempatkan diri meninjau langsung dapur SPPG tersebut pada Rabu pagi. Dalam kesempatan itu, ia memantau satu per satu proses yang berlangsung di dapur, mulai dari pemilihan bahan baku, pengecekan kebersihan dapur dan alat masak, hingga tahap memasak dan pengemasan.
“Sejauh ini, kita nilai pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sini berjalan baik,” kata Nyanyang, sembari mengapresiasi kerja keras para petugas di dapur.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa program prioritas nasional yang menjadi perhatian Presiden Prabowo tersebut berjalan optimal dan tanpa hambatan berarti di lapangan.
Tak Hanya Gizi, Tapi Juga Ekonomi
Dalam keterangannya, Nyanyang menegaskan bahwa program MBG ini tak sekadar soal makanan. Lebih dari itu, ia menyebut MBG memiliki efek ganda yang sangat besar bagi masyarakat.
“Program ini tak hanya fokus pada peningkatan gizi anak-anak, tapi juga memberikan efek ganda bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus penciptaan lapangan kerja baru,” ujarnya penuh semangat.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan MBG. Mulai dari pembangunan dapur SPPG, percepatan perizinan kantor perwakilan dan satuan pelayanan, hingga pemutakhiran data sasaran dan penyusunan kebijakan lokal.
Menu Gizi Seimbang dan Proses Lancar
Yeni Marlina, penanggung jawab Dapur SPPG Laksamana Bintan, menceritakan bahwa selama dua minggu berjalan. Tidak ada kendala berarti dalam penyajian maupun distribusi makanan bergizi gratis.
“Alhamdulillah selama dua minggu ini, mulai dari proses penyajian sampai pendistribusian ke sekolah-sekolah berjalan lancar. Menu juga telah sesuai arahan ahli gizi,” jelasnya.
Yeni dan timnya memulai hari sejak pagi buta. Mereka memastikan setiap porsi makanan yang keluar dari dapur mereka memenuhi standar gizi dan kebersihan. Komitmen mereka tak hanya pada kualitas makanan. Tetapi juga pada kehangatan dan harapan yang dibawa setiap bungkusan makanan untuk anak-anak yang menerimanya.








