Teknologi Bedah Robotik KPJ Johor, Bikin Erlita Amsakar Kagum dan Berharap Ada di Batam

Teknologi Bedah Robotik KPJ Johor. Malam itu di Ballroom Hotel Santika Batamcentre, suasana hangat terasa lebih dari sekadar jamuan makan malam. Jumat (13/6/2025), Ketua Penggerak PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, duduk bersama para perempuan tangguh lainnya. Ia serius menyimak harapan baru yang hadir lewat kemajuan teknologi medis dari Johor Specialist Hospital (KPJ Johor).

Dalam acara gala dinner yang rumah sakit rujukan asal Malaysia itu, Dr. Sharifah Shahirah Syed Hashim—spesialis kebidanan dan kandungan dari KPJ Johor, memperkenalkan teknologi bedah robotik. Ini inovasi terbaru yang kini mereka gunakan untuk menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi perempuan.

Minim Resiko

“Dengan teknologi ini, operasi pengangkatan miom, penanganan kanker rahim, endometriosis, hingga histerektomi bisa lebih akurat. Selain itu juga minim risiko, dan dengan pemulihan lebih cepat,” jelas Dr. Sharifah dalam pemaparannya.

Teknologi ini, menurutnya, bukan hanya sekadar alat bantu medis. Melainkan jawaban bagi ketakutan banyak perempuan atas penyakit yang menyerang rahim—organ yang begitu vital, namun kerap terabaikan pemeriksaannya.

Mendengar penjelasan tersebut, Erlita Sari Amsakar tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Bersama Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kota Batam, Hasyimah Nyat Kadir. Ia menyampaikan apresiasinya atas kehadiran teknologi yang mampu memberi rasa aman dan harapan baru bagi kaum perempuan.

“Ini terobosan luar biasa. Kita semua tentu tidak ingin sakit, tapi ketika itu terjadi. Tapi paling tidak kalau itu terjadi. Sekarang sudah ada solusi yang lebih manusiawi, lebih aman, dan lebih canggih,” ucap istri Wakil Wali Kota Batam itu.

Batam Harus Punya

Ia juga berharap rumah sakit di Batam suatu saat dapat mengadopsi teknologi sejenis. Hal ini agar perempuan di daerah ini bisa mendapatkan akses pengobatan yang lebih dekat dan lebih lengkap.

“Terima kasih kepada KPJ Johor yang sudah memperkenalkan teknologi ini kepada kami. Ini bukan hanya soal mesin canggih, tapi soal harapan dan keberanian perempuan untuk melawan penyakit,” tuturnya.

Di akhir acara, Erlita menyerukan pesan kuat kepada seluruh perempuan Batam. Ia berpesan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi, rutin memeriksa diri, dan tak takut menjalani skrining dini.

“Jangan tunggu sakit untuk peduli. Cintai diri, jalani pola hidup sehat, dan ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Wanita Batam Bisa dan Mampu!” serunya penuh semangat.(bos)

Penulis: bosEditor: papidedy