Investasi Batam Melonjak Tajam, Tembus Rp44 Triliun dan Terus Menguat pada 2026

Kepala BP Batam DR H Amsakar Achmad : Investasi Batam mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dengan realisasi Rp44,01 triliun. Tren positif berlanjut pada Triwulan I 2026 didorong PMDN, PMA, dan perluasan kawasan FTZ.
Kepala BP Batam DR H Amsakar Achmad : Investasi Batam mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dengan realisasi Rp44,01 triliun. Tren positif berlanjut pada Triwulan I 2026 didorong PMDN, PMA, dan perluasan kawasan FTZ.

BATAMCLICK.COM: Investasi Batam terus menunjukkan performa yang mengesankan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketatnya persaingan antarwilayah dalam menarik modal, Batam justru mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan sepanjang 2025. Tren positif itu bahkan berlanjut pada awal 2026.

Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menunjukkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp44,01 triliun. Nilai tersebut melonjak 72,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25,46 triliun. Capaian itu juga melampaui target investasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp36,9 triliun.

Sementara itu, perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up mencatat hasil yang lebih tinggi. Realisasi investasi mencapai Rp69,30 triliun atau setara 115,50 persen dari target BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Kepercayaan Investor Terus Meningkat

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian tersebut menjadi bukti kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam.

Menurutnya, pertumbuhan investasi lahir dari berbagai pembenahan yang dilakukan secara konsisten. BP Batam terus menyederhanakan layanan investasi, memperbaiki regulasi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.

“Data ini menunjukkan Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang semakin kuat. Ini membuktikan iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” kata Amsakar.

Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan investasi menjadi indikator paling objektif untuk mengukur daya tarik suatu daerah.

Menurutnya, ketika investasi terus meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri, berarti pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang menjanjikan di Batam.

PMDN Tumbuh Lebih dari Dua Kali Lipat

Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp18,43 triliun. Angka ini melonjak 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp8,16 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan optimisme pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam. Kondisi ini juga menandakan bahwa pertumbuhan investasi tidak hanya ditopang modal asing, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari investor domestik.

PMA Tetap Solid, Singapura Masih Terdepan

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga mencatat pertumbuhan yang kuat.

Sepanjang 2025, nilai PMA mencapai Rp25,58 triliun atau naik 47,81 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp17,30 triliun.

Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar di Batam. Selain itu, sejumlah negara mitra strategis juga terus memperluas aktivitas bisnisnya di kawasan ini.

Awal 2026 Dibuka dengan Pertumbuhan Lebih Tinggi

Kinerja investasi Batam semakin mengesankan pada Triwulan I 2026.

Selama periode Januari hingga Maret 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, PMA menyumbang Rp8,8 triliun atau tumbuh 50,71 persen. Sementara PMDN mencapai Rp8,5 triliun dan melonjak hingga 216,18 persen secara tahunan.

Lima negara investor terbesar pada Triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Keberagaman asal investasi ini menunjukkan bahwa Batam memiliki basis investor yang semakin luas. Kondisi tersebut membuat Batam lebih kuat menghadapi gejolak ekonomi global karena tidak bergantung pada satu negara saja.

Industri Manufaktur dan Teknologi Jadi Motor Utama

Dari sisi sektor usaha, investasi yang masuk ke Batam semakin berkualitas karena didominasi industri bernilai tambah tinggi.

Industri mesin dan elektronik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 23,65 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya sebesar 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bertumpu pada sektor properti. Industri manufaktur, teknologi, dan berbagai sektor produktif lainnya juga terus berkembang dan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Perluasan FTZ Buka Peluang Investasi Baru

Amsakar optimistis tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut. Optimisme tersebut didukung sejumlah kebijakan strategis yang mulai dijalankan pemerintah.

Salah satunya adalah perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui kebijakan itu, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari 8 pulau menjadi 22 pulau. Luas kawasan juga meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Perluasan tersebut membuka ruang yang jauh lebih besar untuk pengembangan industri, logistik, pariwisata, energi, hingga berbagai sektor ekonomi masa depan.

Infrastruktur Terus Diperkuat

Selain memperluas kawasan investasi, BP Batam juga mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.

Pembangunan itu mencakup jalan dan jembatan, sistem drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, hingga fasilitas kesehatan dan layanan publik lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa investasi dan infrastruktur merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

BP Batam ingin memastikan setiap investor mendapatkan kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan dukungan tersebut, investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Batam.***