Teknologi Da Vinci Bantu Operasi Lebih Aman, Minim Nyeri, dan Pemulihan Lebih Cepat
Dr. Sharifah Shahirah Syed Hashim menatap layar di konsol bedah dengan penuh konsentrasi. Di ruang operasi Rumah Sakit KPJ Johor, Malaysia, ia mengendalikan empat lengan robotik yang bergerak presisi di atas tubuh pasien. Dengan tenang, ia melakukan pembedahan tanpa perlu membuat sayatan besar—cukup lubang kecil, minim nyeri, dan hampir tanpa bekas.
Sebagai spesialis kebidanan dan kandungan, Dr. Sharifah telah mengandalkan teknologi pembedahan dengan robotik dalam banyak prosedur yang ia tangani. Dari pengangkatan miom, endometriosis, hingga kanker rahim dan histerektomi, ia percaya bahwa teknologi robotik memberi harapan baru bagi pasien—khususnya perempuan yang ingin cepat pulih dan kembali menjalani hidupnya.
Operasi Minim Sayatan, Hasil Maksimal
Dr. Sharifah menjelaskan bahwa sistem bedah robotik da Vinci bekerja dengan cara cerdas. Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan operasi melalui sayatan kecil. Dengan bantuan lengan robotik yang sangat fleksibel dan sistem visualisasi, dokter bisa melihat area pembedahan secara lebih detail, bahkan lebih baik dari mata telanjang.
“Saya bisa menggerakkan alat dengan presisi tinggi, bahkan di area sempit yang sulit dijangkau tangan manusia,” ujar Dr. Sharifah. Ia juga menekankan bahwa teknologi ini menyaring tremor alami tangan, sehingga hasil pembedahan menjadi lebih akurat dan aman.
Manfaat Besar bagi Pasien
Dengan pengalaman bertahun-tahun menangani pasien, Dr. Sharifah menyaksikan langsung betapa besar manfaat pembedahan dengan robotik. Menurutnya, pasien biasanya mengalami:
- Pendarahan minimal selama operasi
- Nyeri pascaoperasi yang jauh lebih ringan
- Luka kecil yang mempercepat proses penyembuhan
- Masa rawat inap lebih singkat
- Risiko infeksi yang sangat rendah
Semua keuntungan itu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien. Banyak dari mereka bahkan bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu yang jauh lebih cepat dibanding operasi konvensional.
Tak Hanya Ginekologi
KPJ Johor tidak hanya menggunakan teknologi ini dalam bidang kandungan. Rumah sakit ini juga menerapkan pembedahan dengan robotik untuk berbagai prosedur lain, seperti operasi pengangkatan prostat (prostatektomi), bedah kolorektal, kandung empedu, bedah urologi, ginjal, hingga thoraks. Semua dilakukan dengan pendekatan minimal invasif demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Inspirasi dari Leonardo da Vinci
Sistem bedah ini dinamai “da Vinci” sebagai penghormatan kepada Leonardo da Vinci—seniman dan ilmuwan Renaisans yang dikenal sebagai pelopor dalam studi anatomi manusia dan perancang awal alat-alat mekanik seperti tangan robotik. Ia menginspirasi lahirnya teknologi medis modern yang kini menyelamatkan banyak nyawa.
Inovasi yang Membuka Harapan
Melalui tangan terampil Dr. Sharifah Shahirah Syed Hashim dan teknologi da Vinci, KPJ Johor mempersembahkan pembedahan modern yang lebih aman, cepat, dan minim rasa sakit. Bagi pasien yang cemas menghadapi operasi, pembedahan robotik menawarkan harapan baru—sebuah masa depan di mana teknologi hadir bukan untuk menggantikan dokter, melainkan memperkuat kemampuan dan ketepatannya.









