Wagub Marlin Bersama Nahdliyyin Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Kota Batam

Batamclick.com, Batamcenter – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, menghadiri peringatan puncak Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama, Kepri di Asrama Haji Batam, Batamcentre, Selasa (7/2/2023) pagi.

Saat berita ini kami tulis, acara masih berlangsung. Ratusan Nahdliyyin tampak larut dalam istigosah.

Marlin, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam yang sempat memimpin Fatayat NU Kota Batam, 10 tahun lamanya itu, tampak duduk di tengah jemaah, memakai pakaian serba putih dengan jas hijau muda.

Adapun tema visi PBNU kali ini adalah Merawat Jagat Membangun Peradaban, sedangkan tema Harlah 1 Abad NU adalah Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru.

Sebagaimana kami lansir dari NU Online, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan, “Merawat Jagat”, memiliki makna memelihara kesentosaan, baik lingkungan hidup maupun tatanan kehidupannya supaya tidak terjadi kekacauan yang bisa menimbulkan kesengsaraan.

BACA JUGA:   Usaha Bersama Membentuk Kekebalan Komunal

Lalu, “Membangun Peradaban” berarti mengupayakan atau berupaya memberikan sumbangan-sumbangan agar dinamika peradaban umat manusia bisa mengarah pada keadaan lebih mulia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis.

โ€œTentu saja hal itu didasarkan pada penghormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia,โ€ ucap Gus Yahya, di hadapan 35 Pemred media nasional dan 19 koresponden media asing.

Selanjutnya, Gus Yahya menjelaskan mengenai tema Harlah 1 Abad NU. Namun sebelum itu, ia menerangkan alasannya memilih istilah 1 abad daripada 100 tahun. Pertimbangannya sangat sederhana yakni membangkitkan imajinasi kelangkaan kepada warga NU.

โ€œKalau 1 abad itu menunggu 2 (abad)-nya lama. Masih lama sekali. Kalau 100 tahun, tahun depan sudah 101. Itu membangkitkan imajinasi kelangkaan, supaya orang merasa itu langka,โ€ ucap Gus Yahya.

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ด๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—จ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐˜ ๐—”๐—ฏ๐—ฎ๐—ฑ ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚
Gus Yahya menjelaskan, mendigdayakan NU itu berarti mengembangkan kapasitas NU supaya mampu menghadirkan kontribusi terhadap kehidupan umat manusia secara keseluruhan.

BACA JUGA:   Kepala BP Batam Optimistis Perekonomian Tumbuh 7 Persen di Tahun 2023

โ€œKita nggak cukup hanya berdaya. Kalau berdaya itu survive saja. Kita nggak jadi korban yang kalah, tapi kita bisa menentukan hidup. Itu berdaya. Kita butuh digdaya supaya makna NU itu lebih kuat di tengah-tengah pergulatan hidup umat manusia,โ€ kata Gus Yahya.

Untuk itulah, Gus Yahya butuh membangun kapasitas NU agar punya kemampuan untuk menghadirkan kontribusi yang bermakna itu

Sementara menjemput abad kedua bermakna upaya PBNU untuk membangkitkan imajinasi bahwa momentum melangkahkan kaki ke gerbang abad kedua adalah momentum yang penting bukan hanya secara faktual, tapi juga secara spiritual.

Lalu, ia menjelaskan tentang kalimat โ€˜Menuju Kebangkitan Baruโ€™. Menurut Gus Yahya, berdirinya NU adalah fenomena kebangkitan. Sebab telah lahir sebuah organisasi ulama yang merupakan bidah besar karena belum pernah pada zaman Nabi Muhammad ada organisasi ulama.

BACA JUGA:   Satlantas Polresta Barelang Mulai Operasi Zebra Seligi 2022, Siapkan Kelengkapan Berkendara

โ€œSepanjang sejarah Islam belum ada kumpulan ulama yang mengorganisasikan ulama. Bagaimana dengan Muhammadiyah? Muhammadiyah itu pergerakan pembaharuan pendidikan,โ€ ucapnya.

Secara absolut, NU merupakan organisasi ulama pertama kali sepanjang sejarah. Bahkan diberi nama Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama. Saat ini, kata Gus Yahya, NU akan menjemput kebangkitannya yang kedua.

โ€œSekarang kita ini mau bangkit lagi dengan cara yang baru, yaitu dengan mendigdayakan atau meningkatkan kapasitas memberikan kontribusi yang baik, konstruktif terhadap hidup umat manusia,โ€ pungkas Gus Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *