Identitas Resmi Sejak Dini untuk Anak Batam
Anak Batam kini semakin terlindungi dengan adanya Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat sebanyak 392.665 anak atau 61,42 persen dari total jumlah anak di kota ini telah memiliki identitas resmi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri, menjelaskan bahwa KIA memiliki fungsi penting layaknya KTP untuk warga berusia 17 tahun ke atas. “KIA itu identitas resmi bagi anak. Program ini kami jalankan secara masif, terutama menyasar anak-anak sekolah. Masih ada sekitar 151.471 anak yang menjadi target,” katanya di Batam, Selasa.
Lebih dari Sekadar Kartu Identitas
Disdukcapil Batam tidak hanya berhenti pada penerbitan kartu. Agar keberadaan KIA benar-benar bermanfaat, pihaknya menggandeng sejumlah mitra usaha dan destinasi wisata. “Kami ingin anak-anak merasakan manfaat nyata dari KIA. Karena itu, kami bekerja sama dengan toko, hotel, dan tempat wisata,” jelas Yusfa.
Saat ini, pemilik KIA bisa menikmati potongan harga di berbagai tempat, mulai dari toko ATK Edukit, toko buku Ballysonn, kolam renang Sukajadi, Kampung Sawah, Jambu Marina, hingga hotel seperti Turi Beach dan Nongsa Point.
Dukungan Pendidikan dan Layanan Terintegrasi
Program KIA juga berjalan lancar berkat dukungan Dinas Pendidikan Batam. Mekanismenya sederhana: sekolah mengumpulkan berkas dari siswa, lalu menyerahkannya ke Disdukcapil. Setelah diproses dan dicetak, KIA kembali didistribusikan ke sekolah. “Selain itu, masyarakat juga bisa mengurus langsung ke loket layanan Disdukcapil,” tambah Yusfa.
Sebagai bentuk percepatan, Disdukcapil Batam kini mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan. “Pasangan yang mengurus akta kelahiran anak akan langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yaitu Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan KIA,” ungkapnya.
Harapan untuk Generasi Batam
Dengan berbagai inovasi ini, Disdukcapil Batam berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas resmi sejak dini semakin meningkat. KIA bukan hanya sekadar kartu, melainkan bentuk perlindungan serta pengakuan negara bagi setiap anak. “Kami ingin semua anak di Batam memiliki identitas resmi agar tumbuh sebagai generasi yang terlindungi dan siap menghadapi masa depan,” kata Yusfa.








