Usai Diberitakan, Pihak SMK Negeri 1 Tanjungpinang Langsung Bagikan Baju Seragam Batik (TERNYATA SUDAH ADA DI SEKOLAH)

BATAMCLICK.COM: Setelah pemberitaan soal seragam sekolah SMK Negeri 1 Tanjungpinang yang tak kunjung dibagikan, sampai muridnya sudah tamat, pihak  sekolah langsung menyebarkan pengumuman kepada seluruh siswa agar dapat mengambil baju seragam batik, Selasa (19/9/2023) pagi.

Dalam pengumuman yang disebar melalui WA Grup masing-masing kelas, pengambilan harus menyertakan bukti transfer.

“Kepada anak-anak yang belum mendapat baju seragam batik, bisa mengambil ke Tata Usaha dengan Ibu Ica, Pengambilan harus membawa bukti transfer ya,” Kira-kira demikian lah bunyi pengumuman itu.

Salah seorang siswa kelas 12 lalu bertanya tentang baju seragam lainnya, baju putih Abu-Abu, baju olahraga, baju kurung, baju pramuka, baju PKL dan baju almamater.

“Yang datang hanya baju batik, baju yang lain belum datang,” timpal wali kelasnya membalas.

Sudah hampir tamat, namun  baju seragam siswa tersebut belum juga dibagikan, padahal mereka sudah membayar lunas baju tersebut.

Ada juga siswa yang bertanya apa boleh baju tersebut tidak diambil dan uangnya dikembalikan karena dia sudah membeli baju seragam ke kakak kelasnya yang sudah tamat, karena baju seragam dari sekolah tak kunjung dibagikan.

Namun pihak sekolah tidak membenarkan, dengan alasan baju tersebut sudah dibikin sesuai ukuran siswa tersebut.

Nah celakanya, setelah tiga tahun, tentu fisik atau tubuh siswa-siswa itu tumbuh pesat, sehingga baju yang dibagikan itu pun sudah tidak muat lagi meskipun baru.

Hal ini tidak ditolelir oleh pihak sekolah, yang jelas, kalau namanya tertera maka wajib diambil dan tidak ada pengembalian uang.

Baju seragam batik ini merupakan 1 dari 7 baju seragam yang diperjual-belikan di sekolah tersebut.

Satu paket baju seragam berisi ; baju osis putih Abu-Abu lengkap dengan topi, dasi serta nama siswa, baju pramuka lengkap dengan topi/baret serta kacu dan ring kacunya, baju kurung lengkap dengan kain songketnya, baju batik, baju olah raga dan baju almamater serta baju PKL satu paket tersebut dibandrol sampai dengan Rp 2.000.00,- (dua juta rupiah).

Pada pemberitaan sebelumnya, sejumlah orang tua mantan siswa SMK Negeri 1 Tanjungpinang mengeluh karena sampai anaknya tamat dari sekolah itu, baju seragam tak kunjung dibagikan, bahkan uang yang sudah ditransfer ke pihak sekolah melalui Bank Mini SMK Negeri 1 Tanjungpinang pun tidak dikembalikan.

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Delisbeth M.Pd lalu menjelaskan soal keterlambatan pembagian baju seragam tersebut.

Menurutnya hal itu dikarenakan sejumlah siswa yang terlambat memesan atau ada juga disebabkan oleh ukuran yang tidak sesuai. Nah, untuk siswa yang sudah tamat tapi belum mendapatkan baju, Delisbeth mengatakan uangnya akan dikembalikan asalkan dapat menunjukkan bukti transfer.

Nah, neng kene rusake… Bukti transfer pembelian baju itu sudah lebih dari 3 tahun yang lalu, sudah banyak wali murid yang tidak menyimpan bukti itu.

“Disuruh bawa bukti transfer, mana ada lagi, kan sudah lama sekali, kenapa buka pihak sekolah yang minta rekening koran ke bank,* kata salah seorang wali murid.(bos)