DPMPTSP: AS dan Jepang masuk lima besar investor utama di Kepri

Batamclick.com,
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasfarizal Handra menyebutkan Amerika Serikat (AS) dan Jepang masuk lima besar negara penyumbang investasi terbesar pada triwulan I/2026.

Kedua negara tersebut menggeser posisi Malaysia dan Taiwan yang pada tahun 2025, masuk dalam lima investor terbesar di Kepri.

“Munculnya Amerika Serikat dan Jepang dalam lima besar investor pada triwulan I/2026, mengindikasikan semakin luasnya jangkauan negara asal investasi di Kepri,” kata Hasfarizal di Tanjungpinang, Kamis.

Menurut dia, kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat strategi promosi investasi yang tidak hanya berfokus pada investor tradisional, tetapi juga menyasar pasar potensial lainnya.

Hasfarizal menyampaikan struktur investasi asing di Kepri triwulan I/2026 masih didominasi oleh negara tetangga, Singapura sebagai mitra investasi utama.

Kemudian disusul empat negara lainnya, yaitu Singapura, Hong Kong/China, AS, China dan Jepang. Tahun lalu, posisi AS dan Jepang masih diisi Malaysia dan Taiwan.

Lanjutnya memaparkan hingga triwulan I/2026, realisasi investasi di Kepri telah mencapai Rp23,80 triliun, yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp14,05 triliun, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp9,75 triliun.

Capaian tersebut telah memenuhi 49 persen dari target daerah yang sebesar Rp48 triliun pada 2026, dan 28 persen dari target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp86 triliun.

“Capaian investasi ini menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan indikasi bahwa target tahunan masih berpeluang untuk dicapai apabila tren investasi tetap terjaga pada triwulan-triwulan berikutnya,” ungkapnya.

Hasfarizal memerinci sektor berusaha PMA di Kepri triwulan I masih didominasi oleh sektor jasa dan manufaktur, khususnya industri logam dasar serta industri mesin dan elektronik.

Kemudian, sektor listrik, gas dan air yang masuk lima besar menunjukkan penguatan investasi pada infrastruktur pendukung
industri.

Struktur investasi PMA mengindikasikan bahwa Kepri masih menjadi basis investasi industri pengolahan dan manufaktur berorientasi ekspor.

“Konsistensi komposisi sektor pada Triwulan I 2026 menunjukkan keberlanjutan minat investor terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ucapnya.

Sedangkan sektor berusaha PMDN di Kepri triwulan I masih didominasi sektor listrik, gas dan air, industri kimia dan farmasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, transportasi, gudang dan Telekomunikasi, serta perdagangan dan reparasi.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi domestik tidak hanya mendorong sektor industri, tetapi juga berperan besar
dalam penguatan infrastruktur dasar, kawasan industri, dan jaringan logistik sebagai penunjang aktivitas ekonomi di Kepri

“Secara umum, struktur PMDN mencerminkan keseimbangan antara investasi pada sektor produktif dan sektor pendukung, sehingga diharapkan mampu memperkuat daya saing serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dia.

Hasfarizal mengutarakan realisasi investasi Kepri tahun 2025 mencapai Rp64,68 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp43,44 triliun dan PMDN sebesar Rp21,24 triliun. Sebaran investasi masih terpusat di kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Capaian investasi tahun lalu melampaui target daerah 136 persen maupun target BKPM 112 persen, yang menunjukkan kinerja investasi sangat baik di sepanjang 2025.

Dia memastikan DPMPTSP terus memacu investasi di Kepri melalui pelayanan perizinan yang cepat dan mudah bagi investor, lewat sistem Online Single Submission (OSS).

Selain itu, ia pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kondusifitas di lapangan supaya investor merasa aman dan nyaman berinvestasi di Kepri. Setiap investasi yang masuk, tentu berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Tugas kami (DPMPTSP) ialah mempermudah, memperlancar dan bertanggung jawab terhadap proses perizinan guna mendukung pelaku usaha berinvestasi di Kepri,” demikian Hasfarizal.

Sumber, Antara