RTS Link Johor Bahru–Singapura Buka Peluang Baru bagi Kepri, dari Investasi hingga Tenaga Kesehatan

BATAMCLICK.COM: RTS Link Johor Bahru–Singapura membuka peluang baru bagi Kepulauan Riau. Selain berpotensi menarik investasi dan relokasi industri, proyek konektivitas lintas negara ini juga dapat memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia di Malaysia.

Peluang tersebut menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri dengan Konsul Bidang Ekonomi II KJRI Johor Bahru, Siti Fauziah, di Johor, Jumat (19/6/2026). Dalam diskusi itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi kawasan, mobilitas tenaga kerja, serta dampak konektivitas baru terhadap Indonesia dan Malaysia.

Kebutuhan Tenaga Kesehatan Terus Meningkat

Menurut Siti Fauziah, sektor kesehatan Malaysia masih menyimpan peluang besar bagi tenaga kesehatan Indonesia, khususnya dari Kepulauan Riau dan Sumatera.

Johor, Melaka, dan Penang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia yang mencari layanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman.

Karena itu, tenaga kesehatan asal Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mengisi kebutuhan tersebut. Apalagi hubungan kedua negara terus berkembang dan mobilitas masyarakat semakin tinggi.

RTS Link Ubah Peta Ekonomi Kawasan

Selain sektor kesehatan, pembahasan juga menyoroti proyek Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor Bahru dan Singapura.

Siti Fauziah menilai penguatan konektivitas antara kedua wilayah akan mempererat hubungan ekonomi sekaligus menciptakan peluang baru bagi Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya pergerakan manusia akan berdampak langsung pada perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Mobilitas manusia yang semakin tinggi berdampak langsung pada perdagangan dan kemajuan ekonomi. Hubungan antara kedua negara menjadi semakin intens, dan kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan keterlibatannya,” ujarnya.

Menuju Era SIJORI 2.0

Siti melihat perkembangan saat ini sebagai bentuk baru dari konsep kerja sama ekonomi regional SIJORI yang pernah berkembang sebelumnya.

Konsep tersebut menghubungkan Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau dalam satu kawasan pertumbuhan ekonomi yang saling mendukung.

Kini, dengan hubungan Johor dan Singapura yang semakin erat, peluang bagi Indonesia dinilai kembali terbuka lebar.

“Kalau dulu kita mengenal SIJORI, sekarang peluangnya muncul lagi dalam bentuk yang berbeda. Indonesia harus mampu mengambil manfaat dari perkembangan ini,” katanya.

Relokasi Industri Jadi Peluang Besar

Salah satu peluang terbesar datang dari perpindahan industri dari Singapura ke Johor.

Biaya operasional yang lebih rendah serta ketersediaan lahan membuat banyak perusahaan mulai memindahkan sebagian aktivitas produksinya ke Malaysia.

Siti menilai tren tersebut dapat berlanjut ke Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Banyak industri yang sebelumnya berada di Singapura kini berpindah ke Johor. Dalam jangka panjang, sebagian investasi itu juga berpotensi masuk ke Indonesia. Karena itu, peluang ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

RTS Link Beroperasi Awal 2027

Proyek RTS Link sendiri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kereta pertama untuk layanan tersebut telah diperkenalkan dalam sesi pratinjau di Singapore Rail Test Centre (SRTC).

RTS Link dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Jalur ini akan menghubungkan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Stasiun Woodlands North di Singapura hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Peresmian kereta pertama dilakukan Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke bersama Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Singapura Jeffrey Siow.

Anthony Loke menegaskan RTS Link bukan sekadar proyek transportasi. Menurutnya, proyek tersebut menjadi simbol eratnya kerja sama antara Malaysia dan Singapura.

Ia juga menilai RTS Link mencerminkan hubungan persahabatan, kepercayaan, serta saling menghormati antara kedua negara di tengah tantangan ekonomi global.

Dampak Langsung bagi Indonesia

RTS Link akan dilengkapi fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) yang terintegrasi di stasiun keberangkatan. Sistem ini akan mempercepat pergerakan penumpang lintas negara.

Secara keseluruhan, jalur kereta sepanjang sekitar empat kilometer tersebut akan menjadi penghubung darat ketiga antara Malaysia dan Singapura. Kehadirannya juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan kronis di Tambak Johor.

Bagi Indonesia, terutama Kepulauan Riau, proyek ini berpotensi menghadirkan efek berganda. Mulai dari peningkatan perdagangan, masuknya investasi baru, berkembangnya sektor jasa, hingga peluang relokasi industri yang dapat menciptakan lapangan kerja baru di kawasan.