Bulog Batam perluas akses bahan pangan melalui jaringan mitra

Batamclick.com,
Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperluas akses masyarakat terhadap komoditas pangan seperti beras dan minyak goreng dengan menambah jaringan mitra penyaluran di pasar tradisional maupun berbagai saluran distribusi lainnya.

Pemimpin Cabang Bulog KC Batam Ashariyanti Pratimi mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga komoditas pangan, khususnya beras dan minyak goreng merk MinyaKita di tengah masyarakat.

“Untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga beras dan minyak di pasaran, kami mendistribusikan ke mitra Bulog ke pasar-pasar, baik yang masuk pencatatan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) maupun non-SP2KP,” kata Ashariyanti di Batam, Selasa.

Menurut dia, selama ini Bulog telah rutin mendistribusikan beras dan MinyaKita kepada pedagang pengecer di pasar yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Kini, Bulog juga mulai menjaring pedagang di pasar non-SP2KP agar dapat menjadi mitra resmi distribusi.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menawarkan pedagang-pedagang pengecer di pasar untuk menjadi mitra Bulog dalam pendistribusian beras dan MinyaKita,” ujarnya.

Selain itu, Ashariyanti menyebut stok MinyaKita di Bulog Batam sebanyak 174.000 liter siap untuk didistribusikan ke pedagang pengecer di pasar rakyat dan dijual ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700,00/liter.

Selain pendistribusian MinyaKita, Perum Bulog juga ditugaskan dengan Program Stabilisasi Pangan dan Harga Pokok (SPHP) yang telah berjalan dari awal tahun 2026 sampai dengan sekarang.

Bulog Batam mendistribusikan beras SPHP melalui saluran penjualan pedagang pengecer di pasar rakyat, outlet binaan yaitu Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polda/Polres instansi pemerintah lainnya dan outlet BUMN/BUMD.

Berdasarkan data 22 Juni 2026, Bulog Batam memiliki stok beras medium PSO sebanyak 2.300 ton. Stok tersebut dijual ke masyarakat konsumen akhir dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100/kg atau Rp65.500/sak kemasan 5 kg, dengan maksimal pembelian 5 sak per orang.

Salah satu mitra outlet BUMN SPHP Bulog di Batam adalah PT Pos Indonesia Cabang Utama Batam Center yang menjual beras SPHP kepada masyarakat.

Manajer Pelayanan PT Pos Indonesia Cabang Utama Batam Center Indra mengatakan pihaknya secara rutin mengambil sekitar dua ton beras SPHP dari Bulog setiap bulan.

“Pos Indonesia merupakan salah satu mitra Bulog. Menjelang puasa kemarin pada bulan Maret kami mengambil sekitar dua ton dan ini dijual sampai habis. Kalau permintaannya masih bagus, kami ambil lagi,” kata Indra.

Di Kantor Pos Batam Center, beras SPHP kemasan lima kilogram dijual sesuai seharga Rp65.500 per karung lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp70 ribu.

“Dari awal cukup bagus peminatnya. Sekarang stok yang kami ambil sudah tinggal sekitar setengah dari jumlah awal,” ujarnya.

Pihaknya juga aktif menawarkan beras SPHP kepada pelanggan dan masyarakat yang datang ke kantor pos.

“Kami juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa di kantor pos tersedia beras dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Indra.

Sumber, Antara