Batamclick.com,
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Kepulauan Riau melaporkan seluruh awak KM Batam Indah 9 yakni delapan orang berhasil diselamatkan setelah kapal tersebut tenggelam di kawasan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka-Singapura.
Kepala KSOP Khusus Batam Takwim M Masuku mengatakan berdasarkan informasi sementara tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Berdasarkan informasi sementara, seluruh delapan awak kapal berhasil diselamatkan dan tidak terdapat korban jiwa. Penyebab pasti kejadian masih dalam proses pendalaman oleh pihak yang berwenang,” katanya dalam keterangan diterima di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan KM Batam Indah 9 berlayar dari Pelabuhan Sekupang, Batam menuju Singapura pada pukul 06.25 WIB.
Pada pukul 06.35 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di perairan TSS Selat Malaka dan Selat Singapura.
Seluruh awak kapal yang berjumlah delapan orang berhasil menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal MV JAL KALP yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Setelah itu, para awak kapal dipindahkan ke LCT Ayu 68 sebelum diserahterimakan kepada KAL Mapor.
Selanjutnya mereka dibawa ke Dermaga Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan dimintai keterangan awal terkait kronologi kejadian.
Menindaklanjuti insiden tersebut, KSOP Khusus Batam langsung mengerahkan Kapal Negara KN P-376 menuju lokasi kejadian untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi.
Selain itu, KSOP berkoordinasi dengan KAL Mapor Kodaeral Batam, LCT Ayu 68, serta nelayan dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
“KSOP Batam memastikan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan memperoleh penanganan yang diperlukan,” ujarnya.
Untuk menjaga keselamatan pelayaran, KSOP bersama Vessel Traffic Services (VTS) Batam juga melakukan pemantauan lalu lintas kapal di sekitar lokasi tenggelamnya KM Batam Indah 9.
Peringatan navigasi turut disiarkan secara berkala melalui kanal VHF 16 kepada kapal-kapal yang melintas.
Saat ini, KSOP masih melakukan pemantauan terhadap lokasi tenggelamnya kapal guna mengantisipasi potensi gangguan keselamatan pelayaran maupun dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat tenggelam kapal beserta muatan.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal yang telah dievakuasi serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan pasca-kejadian dan pengamanan lokasi tenggelamnya kapal,” kata Takwim.
Sumber, Antara









