Disnaker Batam perkuat kemitraan industri untuk penempatan pekerja

Batamclick.com,
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat kemitraan dengan sektor industri sebagai strategi utama untuk mempercepat penempatan dan pencocokan tenaga kerja (job matching) di kota itu.

Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan tantangan saat ini tidak hanya pada jumlah pencari kerja, tetapi juga keterbatasan lowongan yang tercatat serta kecepatan dalam proses penempatan.

“Saat ini tantangan kita bukan hanya jumlah pencari kerja tapi keterbatasan lowongan yang tercatat dan kecepatan matching,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Ia menjelaskan ke depan pihaknya fokus pada penguatan kerja sama dengan perusahaan.

“Strategi ke depan kita fokus pada penguatan kemitraan dengan perusahaan, optimalisasi pencatatan loker dan perusahaan yang tidak melapor diberi peringatan sesuai dengan Perpres 57 Tahun 2023, serta percepatan penempatan melalui sistem yang lebih responsif berbasis kebutuhan industri,” katanya.

Yudi menambahkan sektor manufaktur masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Batam, sehingga menjadi prioritas dalam upaya penempatan tenaga kerja.

Selain itu, Disnaker Batam juga melakukan pendekatan jemput bola dengan mengunjungi langsung perusahaan untuk menampung kebutuhan tenaga kerja dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan.

“Kami juga melakukan kunjungan langsung ke perusahaan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja ke depan, sekaligus mempercepat proses penempatan,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Disnaker Batam mengembangkan basis data pencari kerja berbasis keahlian, tidak hanya berdasarkan identitas, tetapi juga keterampilan, minat dan pengalaman kerja.

“Kami siapkan database by skill, misalnya accounting, administrasi, teknisi dan lainnya, sehingga memudahkan pencocokan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Selain itu, komunikasi dengan perusahaan juga diperkuat dengan cara yang lebih cepat, seperti grup HRD, dan penyebaran informasi lowongan secara langsung kepada kandidat yang relevan.

Disnaker Kota Batam juga menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk mendorong peningkatan kemampuan, termasuk penguasaan bahasa asing bagi siswa SMA dan SMK agar mampu bersaing ditingkat global.

Hingga akhir Maret 2026, kata Yudi, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 6.163 orang ber-KTP Batam dan 2.474 non-KTP Batam.

“Sementara pada periode 1 April hingga saat ini, tercatat 1.183 pencari kerja, dengan 570 lowongan kerja yang ada dan 554 penempatan tenaga kerja,” katanya.

Melalui berbagai strategi tersebut, Disnaker Batam optimistis dapat meningkatkan jumlah lowongan kerja yang tercatat sekaligus mempercepat penempatan tenaga kerja di daerah itu.

Sumber, Antara