Pemkab Natuna: Pertamina setujui pemindahan SPBUN Bunguranku Jaya

Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan bahwa PT Pertamina Patra Niaga menyetujui pemindahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Bunguranku Jaya ke Pulau Tiga, guna memperluas akses nelayan terhadap solar bersubsidi.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna Agino Riko di Natuna, Sabtu, mengatakan pemindahan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat nelayan di Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat yang menginginkan SPBUN Bunguran Ku Jaya dipindahkan dari Selat Lampa ke daerah terdekat dari Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat.

Menurut dia, lokasi SPBUN yang saat ini berada di Selat Lampa dinilai cukup jauh dari tempat tinggal dan wilayah tangkap nelayan di kedua kecamatan tersebut.

Kondisi itu membuat nelayan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan untuk memperoleh solar bersubsidi karena harus menyeberangi laut dengan waktu tempuh hampir satu jam, bahkan lebih lama apabila menggunakan pompong berukuran kecil.

“Pemindahan ini berawal dari permintaan nelayan di dua kecamatan, selanjutnya bupati mengajukan surat permohonan pemindahan kepada Pertamina,” katanya.

Proses pemindahan kata dia, juga dapat direalisasikan setelah mendapat persetujuan dari pihak ketiga selaku pengelola SPBUN.

Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang diperkirakan cocok untuk menjadi titik SPBUN yakni di wilayah Nyitnyit, Pulau Tiga.

Namun titik SPBUN , karena perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terhadap keamanan dan keefektifan dalam memenuhi kebutuhan solar subsidi nelayan.

“Saat ini seluruh proses masih berjalan, namun pemindahan sudah disetujui,” ujarnya.

Perairan Natuna yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan WPP-RI 711 memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar yaitu,p mencapai sekitar 1,3 juta ton per tahun, namun realisasi penangkapan ikan hanya 135.000 ton atau sekitar 10 persen dari potensinya.

Hasil tangkapan nelayan didominasi oleh ikan pelagis seperti tuna, tongkol, cakalang, dan berbagai ikan karang bernilai ekonomis tinggi seperti napoleon dan kerapu.
​​​​​​​​​​​​​
Sumber, Antara