Piala Dunia 2026: Dominasi Eropa Mulai Digoyang, Saatnya Afrika Mencuri Panggung?

Oleh Buralimar

BATAMCLICK.COM: Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi dimulai. Sebanyak 32 negara masih bertahan dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Mulai fase ini, tidak ada lagi kesempatan kedua. Sistem gugur membuat setiap pertandingan menjadi hidup atau mati—siapa yang kalah, langsung angkat koper.

Eropa Masih Mendominasi, Tapi Mulai Kehilangan Wakil

Dari 32 tim yang lolos, zona Eropa masih menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 13 negara. Afrika tampil luar biasa dengan 9 wakil, disusul Amerika Selatan 5 negara, Amerika Utara (Concacaf) 3 negara, dan Asia menyisakan 2 wakil.

Namun, dominasi Eropa dipastikan mulai berkurang. Tiga laga sesama negara Eropa langsung tersaji di babak 32 besar, yakni:

  • Perancis vs Swedia
  • Portugal vs Kroasia
  • Spanyol vs Austria

Artinya, minimal tiga negara Eropa dipastikan tersingkir sebelum babak 16 besar.

Afrika Siap Menjadi Kuda Hitam

Penampilan wakil Afrika patut mendapat apresiasi. Dari 10 peserta, hanya Tunisia yang gagal lolos ke fase gugur.

Di babak 32 besar:

  • Enam negara Afrika akan menghadapi wakil Eropa.
  • Tanjung Verde bertemu juara bertahan Argentina.
  • Ghana menantang Kolombia.
  • Mesir menghadapi Australia, satu-satunya wakil Asia yang tersisa selain Jepang.

Meski menghadapi lawan-lawan berat, Afrika datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Banyak pengamat menilai benua ini berpotensi menjadi “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi negara-negara unggulan.

Asia Tinggal Berharap pada Jepang dan Australia

Dari sembilan wakil Asia, hanya Jepang dan Australia yang masih bertahan. Tujuh negara lainnya harus mengakhiri perjalanan lebih awal. Sementara itu, satu-satunya wakil Oseania, Selandia Baru, juga gagal melangkah lebih jauh.

Kini harapan Asia bertumpu pada dua negara tersebut.

Fase Grup Membuktikan Tak Ada Tim yang Benar-Benar Aman

Buralimar, Pengamat Sepakbola Kepri
Buralimar, Pengamat Sepakbola Kepri

Sepanjang penyisihan grup, hanya Perancis dan Argentina yang mampu meraih poin sempurna, masing-masing sembilan poin dari tiga pertandingan.

Sementara itu, tim besar seperti Jerman bahkan sempat dikejutkan Ekuador dengan kekalahan 1-2 meski akhirnya tetap menjadi juara grup.

Fakta ini menunjukkan bahwa status juara grup, runner-up, maupun peringkat ketiga terbaik sudah tidak lagi berarti. Semua tim memiliki peluang yang sama untuk melangkah lebih jauh.

Prediksi Laga-Laga Panas Babak 32 Besar

Afrika berpotensi menciptakan sejumlah kejutan.

  • Maroko (peringkat 7 FIFA) diprediksi mampu menantang bahkan mengalahkan Belanda (peringkat 8 FIFA).
  • Senegal memiliki peluang besar menyingkirkan Belgia yang tampil kurang meyakinkan di fase grup.
  • Pantai Gading bisa mengikuti jejak Perancis yang sukses menaklukkan Norwegia pada fase penyisihan.
  • RD Kongo diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inggris yang sedang dalam performa terbaiknya.
  • Mesir yang dipimpin Mohamed Salah berpeluang mengalahkan Australia, meski wakil Asia tersebut juga memiliki kesempatan jika mampu bermain disiplin.
  • Aljazair diprediksi akan mendapat ujian berat menghadapi Swiss.
  • Ghana juga menghadapi tantangan besar saat bertemu Kolombia.
  • Tanjung Verde menjadi tim yang mungkin menghadapi tugas paling sulit karena harus melawan Argentina, sang juara bertahan sekaligus peringkat satu dunia.

Namun, sejarah Piala Dunia selalu membuktikan bahwa kejutan adalah bagian dari turnamen ini.

Satu wakil Afrika bahkan sudah harus tersingkir setelah Afrika Selatan kalah tipis 0-1 dari Kanada.

Jepang Bisa Mengulang Kejutan?

Harapan Asia kini banyak tertuju kepada Jepang yang akan menghadapi Brasil, pemilik lima gelar juara dunia.

Di atas kertas Brasil tetap diunggulkan. Namun Jepang pernah memberi kejutan saat laga persahabatan Oktober 2025 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Brasil. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru bukan tanpa peluang.

Sementara Australia juga masih memiliki kesempatan menyingkirkan Mesir apabila mampu tampil konsisten dan bermain tanpa tekanan.

Jalur Menuju Final Tak Sama Berat

Melihat bagan turnamen, sisi kanan tampak lebih berat bagi wakil Amerika Selatan.

Argentina, Brasil, Ekuador, dan Kolombia berada dalam jalur yang sama sehingga peluang mereka saling bertemu sebelum semifinal sangat besar. Jika prediksi berjalan sesuai harapan, Argentina dan Brasil berpotensi kembali bentrok di semifinal.

Namun perjalanan Brasil tidak mudah. Mereka harus melewati Jepang, kemudian kemungkinan menghadapi Norwegia, Meksiko yang sedang tampil impresif sebagai tuan rumah, atau bahkan Inggris.

Sebaliknya, jalur Argentina sedikit lebih ringan. Jika mampu melewati Tanjung Verde, tantangan berikutnya kemungkinan datang dari Swiss atau Kolombia.

Di sisi kiri bagan, persaingan juga tidak kalah sengit.

Perancis berpeluang bertemu Jerman dalam duel klasik Eropa. Pemenangnya kemungkinan menghadapi Kanada atau Belanda yang juga sedang menunjukkan performa menjanjikan.

Portugal harus melewati Kroasia lebih dulu. Jika lolos, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berpotensi bertemu Spanyol dalam laga bertensi tinggi. Pemenangnya kemungkinan kembali menghadapi lawan berat seperti Amerika Serikat atau Belgia.

Siapa yang Paling Siap?

Babak 32 besar menjadi titik awal sesungguhnya menuju gelar juara dunia.

Setiap pertandingan kini menjadi final kecil. Tim yang mampu menjaga mental, kondisi fisik, serta menerapkan strategi terbaik akan memiliki peluang terbesar melangkah ke fase berikutnya.

Namun menjadi juara dunia bukan berarti membawa pulang semua penghargaan. Selain trofi Piala Dunia, masih ada sejumlah penghargaan individu yang diperebutkan, seperti Bola Emas untuk pemain terbaik, Sepatu Emas bagi pencetak gol terbanyak, Sarung Tangan Emas untuk kiper terbaik, penghargaan pemain muda terbaik, hingga Trofi Fair Play FIFA.

Akankah dominasi Eropa tetap bertahan? Ataukah justru Afrika akan menciptakan sejarah baru sebagai kekuatan yang mengguncang Piala Dunia 2026?

Jawabannya akan mulai terungkap dalam rangkaian pertandingan babak gugur yang dipastikan penuh drama dan kejutan.***