BATAMCLICK.COM: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebutkan Badan Gizi Nasional (BGN) memperbolehkan penggunaan ikan untuk anak-anak yang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di provinsi tersebut.
“Alhamdulillah, BGN telah menyetujui ikan jadi salah satu menu MBG,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Rabu.
Gubernur Ansar menyambut baik ikan menjadi alternatif menu MBG guna membantu rantai pasok produk perikanan lokal ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengingat geografis Kepri sebagai daerah kepulauan yang memiliki pasokan ikan melimpah.
Ia juga menyarankan penggunaan ikan yang tidak banyak tulang untuk anak-anak yang mengkonsumsi MBG, seperti ikan tongkol atau ikan yang diolah menjadi nugget maupun ikan filet.
“Kami ikut mendorong SPPG di Kepri memanfaatkan ikan buat MBG, karena ikan mengandung protein hewani dan bagus untuk tumbuh kembang anak,” ucap Gubernur Ansar.
Senada, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar, dan Kepri Syartiwidya menyatakan sangat mendukung penggunaan ikan untuk MBG di Kepri, karena bagus untuk mendorong pertumbuhan otak anak.
Ia mencontohkan di Provinsi Riau, menu MBG telah memanfaatkan produk-produk ikan darat, seperti patin, lele, dan nila.
“Kalau di Kepri, bisa gunakan ikan laut. Jadi, ikan memang tidak dilarang untuk MBG,” kata Syartiwidya.
Sementara berdasarkan data bulan April 2026 jumlah penerima manfaat MBG di wilayah Kepri sudah mencapai 544.585 orang atau 85 persen dari target 679.402 penerima manfaat.
Penerima manfaat tersebut terdiri dari peserta didik serta kelompok 3B yaitu anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program MBG di Kepri juga menyerap 9.601 tenaga kerja lokal yang tersebar di 223 SPPG di tujuh kabupaten/kota provinsi itu.
Sumber: Antara









