Hutan Lingga menjadi fokus utama Polres Kabupaten Lingga dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kepolisian Resor (Polres) Lingga, Kepulauan Riau, memilih langkah humanis dengan mengintensifkan patroli dialogis langsung ke masyarakat—terutama di wilayah-wilayah rawan Karhutla.
Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga edukatif dan persuasif. “Kami ingin masyarakat memahami betul dampak buruk membakar hutan dan lahan, mulai dari gangguan kesehatan hingga kerusakan ekosistem dan ekonomi lokal,” ujar Pahala, Kamis (19/6).
Patroli dari Hati ke Hati: Polisi Rangkul Masyarakat
Langkah konkret dimulai dari Dabo Singkep. Pada Rabu (18/6), personel Samapta Polres Lingga menyambangi masyarakat, menyosialisasikan bahaya Karhutla dan membuka ruang dialog langsung. Warga diajak untuk berdiskusi, bertanya, hingga menyampaikan kekhawatiran mereka soal risiko kebakaran di lingkungan masing-masing.
Kasat Samapta Polres Lingga, Iptu Arfen, menyampaikan bahwa patroli ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan wilayah bebas Karhutla. “Kami tidak hanya memberikan imbauan, tapi juga mendengarkan. Kami hadir untuk menjaga dan melindungi bersama,” ucap Arfen.
Membangun Kesadaran Kolektif
Dalam setiap pertemuan, personel membagikan maklumat larangan membakar lahan dan mengedukasi warga agar tidak tergiur dengan praktik pembakaran sebagai cara cepat membuka lahan. Arfen menegaskan bahwa tindakan seperti itu tak hanya melanggar hukum, tetapi juga “merusak masa depan anak cucu kita.”
Polres Lingga juga membagikan informasi layanan call center Polri 110, sebagai saluran cepat bagi warga untuk melapor bila melihat tindakan mencurigakan atau indikasi kebakaran liar.
Potensi Karhutla Masih Mengintai Kepri
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim Batam melaporkan pemantauan titik panas (hotspot) di beberapa wilayah Kepri. Pada Jumat (13/6), BMKG mendeteksi satu hotspot di Kabupaten Bintan meskipun memiliki tingkat kepercayaan rendah.
“Wilayah Kepri, termasuk Lingga, berpotensi mengalami Karhutla saat cuaca kering dan cerah,” tulis BMKG dalam laporan singkatnya.
Hutan Lingga adalah Masa Depan Kita
Upaya preventif seperti patroli dialogis menjadi langkah krusial untuk menghindari kejadian buruk yang pernah terjadi, seperti kebakaran di Bintan tahun lalu. Keberhasilan menjaga Hutan Lingga bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi adalah kunci. Kami percaya, dengan kesadaran yang tumbuh dari warga sendiri, kita bisa melindungi hutan Lingga secara berkelanjutan,” tutup AKBP Pahala.
Sumber: Antara









