Target Kunjungan Wisman Kepri 2024 Dikoreksi, Regulasi Visa On Arrival Diharapkan Mempercepat Pertumbuhan Pariwisata

BATAMCLICK.COM: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Guntur Sakti, mengungkapkan bahwa target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kepri untuk tahun 2024 telah mengalami penyesuaian. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menurunkan target kunjungan Wisman sekitar 30 hingga 40 persen.

Guntur berharap pemerintah akan mempermudah regulasi visa on arrival (VoA) dan memberikan insentif. Skema VoA yang mudah, murah, dan menarik diharapkan dapat membuat ekosistem pariwisata Kepri semakin kompetitif sebagai destinasi border tourism.

Dalam upaya mencapai target kunjungan Wisman, Kepri telah menyelenggarakan berbagai acara pariwisata, baik yang berskala internasional maupun nasional. Acara-acara ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target kunjungan Wisman.

Guntur juga menginformasikan bahwa skema visa on arrival akan segera diumumkan, dengan empat jenis visa yang akan diterapkan:

Visa Bebas: Berlaku timbal balik untuk 10 negara.
Visa Kunjungan 30 Hari: Dengan biaya Rp500 ribu untuk 97 negara.
Visa Pendek 14 Hari: Tarif sekitar Rp350 ribu.
Visa Pendek 7 Hari: Tarifnya akan lebih kompetitif, meski angka pastinya belum final.
Guntur berharap pemerintah segera mengeluarkan insentif untuk regulasi ini, terutama di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar. Penguatan dolar dapat menjadi momentum untuk meningkatkan permintaan pariwisata dan devisa.

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno telah menurunkan target kunjungan Wisman ke Kepri dari 3 juta menjadi 1,8 hingga 2,1 juta kunjungan. Penerapan VoA di pintu masuk imigrasi Kepri diharapkan mulai berlaku pada Juli 2024, termasuk skema VoA untuk 30 hari dengan tarif Rp500 ribu dan visa pendek 7 hari dengan tarif Rp100 ribu.

“Kita harapkan dalam waktu dekat dapat ditandatangani oleh Presiden,” ujar Sandiaga.(advertorial)