BSI: Aceh miliki potensi besar jadi keuangan filantropi Islam

Batamclick.com,
Aceh memiliki potensi besar menjadi keuangan filantropi Islam, khususnya wakaf, sebagai instrumen pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan pemerataan kesejahteraan, kata Regional CEO BSI Region I Aceh Imsak Ramadhan.

“Praktik filantropi Islam yang telah mengakar di Aceh dapat berperan sebagai motor pembangunan berbasis masyarakat,” katanya di sela-sela Aceh Sharia Economic & Investment Outlook 2026 di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan lewat diskusi lintas perspektif, dari outlook ekonomi, refleksi nilai dan sejarah ekonomi Islam, diplomasi ekonomi dan peran diaspora, hingga praktik pengelolaan wakaf produktif akan merumuskan strategi pembangunan Aceh yang berkelanjutan, inklusif dan berkeadilan.

“Tujuan dari penyelenggaraan Aceh Sharia Economic & Investment Outlook 2026 ini untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi ekonomi Aceh terkini serta proyeksi pertumbuhannya di akhir tahun 2025 dan 2026,” katanya.

Menurut dia, dengan kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, diaspora, dan masyarakat akan memperkuat daya saing serta ketahanan ekonomi Aceh dan menggali inspirasi dari nilai-nilai ekonomi Islam sebagai fondasi etis dan sosial dalam pembangunan Aceh yang berkeadilan dan inklusif.

Ia mengatakan lewat pertemuan tersebut juga akan meneguhkan posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan nilai Islam dan kesejahteraan masyarakat.

“BSI hadir sebagai bank syariah kebanggaan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan BSI juga menjadi cermin wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam,” katanya.

Ia menyebutkan aset BSI Regional Aceh posisi Oktober 2025 tercatat sebesar Rp24,7 triliun dengan jumlah DPK Rp19,2 triliun dan pembiayaan Rp23,6 triliun.

Sumber, Antara