Ardi Paparkan keunggulan Budaya dan Pariwisata Batam kepada Praja IPDN

Batamclick.com, Disbudpar Batam- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menerima 37 Praja Insitut Dalam Negeri (IPDN) dari angkatan 30, 31, 32, 33, Selasa (27/12/2022). Kunjungan ini dalam rangka silaturrami serta meminta arahan dan bimbingan dalam mengenyam pendidikan di kampus IPDN.

Sebagai Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP) Jakarta . Ardi memberikan arahan kepada praja tersebut agar selalu semangat meraih kesuksesan. Sebagai Kepala Disbudpar Kota Batam, ia menjelaskan tentang kebudayaan, ekonomi kreatif (ekraf), dan pariwisata.

“Yang kalian kunjungi ini Disbudpar Kota Batam, kita mengurus tiga hal yakni kebudayaan, ekraf, dan pariwisata,” katanya.

Ia menyampaikan, kalau Budaya menyangkut Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), ada 10 PPKD yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

BACA JUGA:   Ini dia Para Pemenang Lelang KPBU Bandara Hang Nadim Batam

“Berbicara tentang budaya ada hal yang perlu diketahui yakni pemajuan dan pelestarian. Acuannya dari sepuluh Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD),” katanya.

Wujud dari pelestarian tersebut yakni upaya untuk mempertahankan supaya budaya tetap sebagaimana adanya. Sedangkan pemajuan sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

“Ada pelestarian harus digelar pertandingkan olahraga, harus dituturkan bahasanya namanya bercoleteh. Lalu pemajuaan itu seperti dulu baju pengantin warna merah, kuning, sekarang warna baju sudah macam-macam seperti warna green lime,” ujarnya.

Kemudian ekonomi kreatif, Ardi menyebutkan 17 subsektor ekraf, diantaranya aplikasi, game, fashion, film, fotografi, kriya, kuliner, dan sebagainya. Kemudian ia melanjutkan tentang pariwisata dimana pariwisata itu sesuatu yang menyenangkan.

BACA JUGA:   Polsek Sekupang Gelar Press Release Ungkap Pelaku Jambret

Ia menjelaskan konsep 3A yakni aksesbilitas, amenitas dan atraksi dalam pengembangan pariwisata. Ia menyampaikan, Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mendedikasikan Batam sebagai kota pariwisata dengan jargonya Batam Kota Baru. Itu bisa dilihat dari infrastruktur yang tengah dikembangkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

“Aksesbilitas yang dibangun supaya wisatawan datang tidak merasakan macet, destinasi bisa dikunjungi. Aksesbilitas ini yang paling penting baik darat, laut, dan udara. Cek kondisi Batam sekarang,” katanya.

Kemudian Batam mempunyai amenitas yang lengkap seperti 365 hotel, 1037 restoran, 12 pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sebagainya. Batam juga mempunyai atraksi seperti atraksi alam, budaya, dan buatan.

Ia menyebut ada 10 alasan yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara (wisman) ke Batam diantaranya wisata religi, budaya, kuliner, olahraga, belanja, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Mice). Pada tahun 2019, kunjungan wisman mencapai 1.947.943 kunjungan.

BACA JUGA:   Buka Archery Festival 2021, Ansar: Jaga Kebugaran, Tingkatkan Imun dan Raih Prestasi

“Wisatawan ke Batam untuk golf juga. Wisata lainnya ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dan Masjid Tanjak yang dibangun Pak Wali (Muhammad Rudi). Lalu wisata kuliner, di Batam seafoodnya fresh (segar),” terangnya.

Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan 15 yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sarana Objek Pariwisata (SOW) Disbudpar Kota Batam, Adisthy menyampaikan kunjungan dalam rangka silaturrahmi dan meminta bimbingan dan arahan dari Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata. “Silaturrahmi kebetulan juga ada perwakilan praja yang akan magang juga di Disbudpar,” terangnya.