
BATAMCLICK.COM: Peresmian Mako Zona Bakamla menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan laut nasional. Kepala Badan Keamanan Laut, Irvansyah, meresmikan tiga Markas Komando (Mako) Zona Bakamla secara serentak yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.
Peresmian ini mencakup Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, serta Zona Timur di Ambon. Namun demikian, Irvansyah hadir langsung di Batam sebagai lokasi peresmian utama.

Batam Jadi Pusat Komando Terbesar
Untuk wilayah barat, peresmian dipusatkan di Desa Setokok yang menjadi lokasi Mako Zona Bakamla Barat. Kawasan ini sekaligus tercatat sebagai markas terbesar yang dimiliki Bakamla di Indonesia.
Irvansyah menegaskan bahwa keberadaan pusat komando ini diharapkan dapat berfungsi optimal dalam waktu dekat, sehingga pengawasan wilayah laut di seluruh Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
“Batam menjadi mako terbesar, dan kami berharap pusat komando serta pengendalian bisa segera beroperasi penuh,” ujarnya.
Fasilitas Lengkap Dukung Operasional
Mako Zona Barat berdiri di atas lahan seluas sekitar 16,8 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas modern. Di antaranya terdapat dermaga, gedung komando, kantor syahbandar, pusat komando dan pengendalian (Puskodal), gedung serbaguna, klinik, hingga hunian seperti rumah dinas dan rumah susun.
Sementara itu, Zona Bakamla Tengah berlokasi di Desa Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dengan luas sekitar 7 hektare. Fasilitas di wilayah ini meliputi Gedung Mako John Lie serta Pos Bakamla di Banjarmasin.
Di sisi lain, Zona Timur yang berada di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, berdiri di atas lahan 0,5 hektare dan dilengkapi Gedung Mako Martha Cristina Tiahahu.
Tak Hanya Operasional, Juga Berdampak ke Masyarakat
Menariknya, pembangunan Mako Bakamla tidak hanya difokuskan untuk kepentingan operasional keamanan laut. Irvansyah menegaskan bahwa fasilitas ini juga dirancang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan klinik yang dapat diakses oleh warga di sekitar kawasan Mako.
“Kami ingin keberadaan fasilitas ini juga dirasakan masyarakat, tidak hanya untuk operasional,” jelasnya.
Kepri Wilayah Strategis, Tantangan Maritim Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya kehadiran Bakamla di wilayah yang didominasi perairan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Kepri hanya memiliki sekitar dua persen wilayah daratan, sementara sisanya merupakan laut. Selain itu, posisi geografisnya sebagai pintu gerbang Indonesia di bagian utara dan barat menjadikan wilayah ini sangat strategis.
Namun demikian, potensi ekonomi yang besar juga diiringi dengan berbagai tantangan, seperti penyelundupan dan pelanggaran hukum di laut.
Simpul Koordinasi Pengamanan Laut
Nyanyang menilai bahwa kehadiran Bakamla bukan hanya penting dalam hal pengawasan, tetapi juga sebagai pusat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan laut.
Menurutnya, peresmian tiga zona ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pengamanan laut yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap berbagai ancaman.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan mencegah berbagai potensi gangguan maritim,” tegasnya.
Menuju Sistem Keamanan Laut yang Terintegrasi
Dengan diresmikannya tiga Mako Zona Bakamla, pemerintah berharap sistem keamanan laut Indonesia semakin kuat dan terintegrasi dari barat hingga timur.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan serta memastikan keselamatan aktivitas maritim yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.







