Menteri Kebudayaan Fadli Zon Serukan Pemanfaatan Kebudayaan untuk Perdamaian dan Akhiri Genosida Budaya Palestina

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak untuk memanfaatkan kebudayaan sebagai kekuatan lunak atau soft power dalam mempromosikan perdamaian serta mengakhiri genosida budaya yang terjadi di Palestina.

“Melalui diplomasi strategis, promosi, dan kerja sama, kita ingin memanfaatkan kekuatan budaya sebagai soft power yang penting sekaligus menjadi jembatan bagi perdamaian, dialog, dan kolaborasi di tingkat bilateral, regional, dan multilateral,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan peran penting forum internasional seperti UNESCO dan seluruh pemangku kepentingan relevan dalam mengangkat perdamaian, kesetaraan, keadilan, serta keamanan. Upaya ini juga ditujukan untuk mengakhiri genosida budaya yang dialami Palestina.

Dalam sambutannya, Menbud mengingatkan tragedi kemanusiaan Nakba yang terjadi 77 tahun lalu, saat lebih dari 700 ribu warga Palestina terpaksa mengungsi. Meski zaman sudah modern, rakyat Palestina masih menghadapi penindasan dan pelanggaran berat hak asasi manusia.

“Selain serangan udara dan agresi brutal yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 dan telah menewaskan lebih dari 50 ribu warga Palestina di Gaza, saya juga sampaikan bahwa terjadi genosida budaya atau penghancuran identitas budaya secara sengaja,” kata Menbud.

Ia menyebutkan fakta ini adalah dimensi krisis Palestina yang sangat serius tapi kerap diabaikan. Per April 2025, UNESCO sudah memverifikasi kerusakan pada 102 situs akibat konflik tersebut, meliputi situs keagamaan, bangunan bersejarah dan artistik, monumen, museum, dan situs arkeologi.

Melalui kegiatan The 77th Commemoration of Nakba Day dengan tema “Palestine belongs to Palestinians and We Will Never Leave,” diharapkan dapat mendorong perdamaian dunia, pelestarian budaya, dan keadilan. Ini juga menjadi upaya memastikan sejarah Nakba dan tragedi kemanusiaan di Gaza tidak terulang kembali.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen ini adalah pengingat terusirnya rakyat Palestina dari tanah air mereka. Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Kami percaya Indonesia selalu berada di belakang Palestina dan mendukung perjuangan dan kemerdekaan Palestina. Terima kasih atas segala dukungan dan pertolongan yang telah diberikan. Insya Allah, Palestina akan merdeka, dan nanti kita dapat mengunjunginya kembali,” tutup Dubes Zuhair.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka