BATAMCLICK.COM, Jakarta: Di tengah rencana besar para pengemudi ojek online untuk mematikan aplikasi dan turun ke jalan, Gojek memastikan satu hal kepada para pelanggan: layanan tetap berjalan seperti biasa.
“Kami menegaskan bahwa operasional Gojek tetap berjalan normal, dan pelanggan tetap dapat menggunakan layanan kami seperti biasa,” ujar Chief of Public Policy & Government Relations GoTo, Ade Mulya, di Jakarta, Selasa.
Gojek, katanya, menghormati hak setiap individu untuk menyampaikan pendapat, termasuk para mitra pengendara yang memilih bersuara lewat demonstrasi. Namun di sisi lain, mereka juga memberikan dukungan penuh bagi para mitra yang memutuskan tetap beroperasi dan melayani pesanan seperti hari-hari biasa.
“Kami selalu terbuka terhadap aspirasi rekan-rekan mitra driver, dan mengimbau agar semua disampaikan secara tertib dan kondusif,” ujarnya. Ia menambahkan, selama ini Gojek telah menyediakan berbagai kanal komunikasi formal untuk menampung masukan serta membuka ruang diskusi yang membangun.
Aksi unjuk rasa para driver ojol sendiri menyoroti beberapa hal penting, seperti komisi, biaya jasa aplikasi, dan status kemitraan mereka. Dalam hal ini, Gojek menegaskan bahwa mereka senantiasa mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah, khususnya dari Kementerian Perhubungan.
Untuk layanan penumpang roda dua, komisi Gojek mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1001 tertanggal 22 November 2022. Regulasi ini menyebutkan bahwa biaya jasa terdiri dari dua komponen: biaya tidak langsung berupa sewa penggunaan aplikasi dengan batas maksimal 15 persen, dan biaya penunjang sebesar lima persen.
Secara berkala, pihak Gojek juga melaporkan komponen biaya tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Tujuannya jelas: agar komisi yang dikenakan benar-benar mendukung keberlangsungan pesanan dan kesejahteraan mitra driver.
Lebih jauh, posisi mitra driver secara hukum juga ditegaskan. Mereka berada di bawah naungan regulasi Kementerian Perhubungan, yang menetapkan pengemudi taksi dan ojek daring sebagai mitra kerja perusahaan aplikasi transportasi, bukan karyawan tetap.
Di tengah riuh suara aspirasi yang hari ini menggema di jalanan, Gojek mencoba menyeimbangkan langkah: menghargai mereka yang bersuara, namun tetap menjaga komitmen untuk melayani.
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka









