Laut Kepri dan Ancaman Tumpahan Minyak di Jalur Internasional

Laut Kepri menghadapi kerentanan tinggi terhadap pencemaran laut. Wagub Nyanyang menegaskan pentingnya latihan Marpolex 2025 untuk memperkuat kapasitas penanggulangan tumpahan minyak di wilayah strategis ini.
Laut Kepri menghadapi kerentanan tinggi terhadap pencemaran laut. Wagub Nyanyang menegaskan pentingnya latihan Marpolex 2025 untuk memperkuat kapasitas penanggulangan tumpahan minyak di wilayah strategis ini.

BATAMCLICK.COM: Laut Kepri kembali menjadi sorotan ketika Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengingatkan tingginya kerawanan pencemaran laut di wilayah yang 96 persen berupa perairan ini. Pesan itu ia sampaikan dalam Table Top Exercise Marpolex 2025 di Batam, forum strategis yang menguatkan kesiapsiagaan maritim Kepri.

Wagub Nyanyang: Laut Luas, Risiko Besar

Nyanyang menegaskan bahwa karakteristik maritim Kepri sangat kompleks. Letaknya di Selat Malaka dan berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1. Hal ini menjadikan kawasan ini jalur sibuk kapal internasional, aktivitas migas, serta industri maritim.

Kondisi itu menempatkan Kepri sebagai salah satu wilayah dengan risiko tumpahan minyak tertinggi di Indonesia.

Ancaman yang Nyata

“Ancaman terhadap insiden pencemaran khususnya tumpahan minyak sangat nyata,” tegas Nyanyang.

Ia mengingatkan bahwa berbagai penelitian menyimpulkan tumpahan minyak berskala besar bisa merusak ekosistem perairan, memutus rantai makanan, hingga mengganggu kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Pentingnya Latihan Marpolex

Menurut Nyanyang, Marpolex bukan sekadar pemenuhan protokol keselamatan laut, tetapi juga instrumen kebijakan yang bisa memperkuat ketahanan lingkungan regional.

Table Top Exercise (TTX) kali ini mensimulasikan skenario darurat secara sistematis, berbasis kajian risiko, dan menjadi bagian krusial dari rangkaian latihan.

Komitmen Kepri untuk Laut yang Lebih Aman

Nyanyang menegaskan komitmen Kepri dalam menjaga lingkungan maritim dan meningkatkan kapasitas menghadapi keadaan darurat laut.

Kolaborasi Lintas Instansi

Sejumlah pemangku kepentingan, termasuk TNI AL, KSOP Batam, Direktorat Jendral Perhubungan Laut, BP Batam, Pemko Batam, dan berbagai instansi maritim lainnya ikut dalam Marpolex 2025 ini. Kolaborasi ini menjadi kunci memperkuat pertahanan lingkungan laut Kepri.

Penulis: Pemprov KepriEditor: papidedy