Satgas Pangan Polda Kepri Temukan Stok Menipis di Sejumlah Daerah
BATAM – Ketersediaan beras premium di pasaran Kepri kini semakin menipis. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kepri, menyampaikan temuan itu langsung setelah melakukan serangkaian inspeksi pasar di tujuh kabupaten/kota. Jika kondisi ini terus berlanjut, lonjakan harga tak bisa terhindarkan.
Kasubdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan pihaknya melihat langsung tren penurunan stok saat turun ke lapangan bersama tim Satgas Pangan dan satreskrim polres jajaran.
“Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa stok beras premium di tingkat distributor memang mulai menipis,” ujar Ruslaeni di Batam, Rabu.
Ia menjelaskan, pengecekan ini dalam rangka menelusuri dugaan peredaran beras oplosan. Namun di luar dugaan, tim juga menemukan persoalan serius pada pasokan beras berkualitas tinggi yang biasa menjadi pilihan utama masyarakat.
Menurut Ruslaeni, distributor membenarkan adanya penurunan pasokan. Bila dalam dua bulan ke depan tak ada pengiriman baru, harga beras premium berpotensi melonjak tajam.
“Kami sudah konfirmasi ke distributor. Jika pasokan tidak segera datang, harga bisa naik drastis,” tambahnya.
Satgas menduga penyebab kelangkaan ini bukan karena ulah spekulan, melainkan akibat sejumlah hambatan teknis dan administratif di daerah asal pengiriman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Distribusi dari beberapa wilayah pengirim tersendat. Akibatnya, pasokan ke Batam dan wilayah Kepri jadi berkurang,” jelasnya.
Ruslaeni menegaskan, Batam menjadi pusat masuknya beras dari luar menuju berbagai daerah di Kepri. Maka, terganggunya alur distribusi ke Batam secara langsung berdampak pada seluruh wilayah kepulauan.
“Batam menjadi pintu utama penyaluran beras ke Kepri,” tegasnya.
Meski stok beras premium menurun, Satgas memastikan bahwa pasokan beras medium milik Bulog masih aman untuk tiga hingga empat bulan ke depan. Masyarakat agar jangan panik, sebab ketersediaan beras untuk kebutuhan pokok tetap terjaga.
“Untuk beras medium, stok masih aman dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil pengawasan di lapangan, Satgas belum menemukan adanya peredaran beras oplosan yang menyaru sebagai beras premium di pasaran Kepri.








