Pengelolaan ruang udara Batam menjadi isu strategis yang terus diperkuat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi di kota industri tersebut. Hal ini ditegaskan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Kerja Pencarian Data Penelitian Perwira Siswa Seskoau Angkatan ke-64 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balairungsari itu mengangkat tema kerja sama pengelolaan ruang udara, sekaligus menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat pemahaman para perwira siswa terhadap posisi Batam dari sisi geopolitik, geostrategis, hingga geoekonomi.
Batam sebagai Simpul Geopolitik dan Investasi

Dalam pemaparannya, Amsakar yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam menjelaskan bahwa kemajuan Batam tidak terjadi secara kebetulan. Ia menilai peran pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kebijakan percepatan perizinan usaha serta perluasan wilayah kerja BP Batam menjadi faktor penting yang mampu menarik minat investor.
Ia menegaskan bahwa Batam kini semakin menunjukkan dirinya sebagai kawasan strategis nasional yang tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga kuat dari sisi ekonomi dan investasi.
Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Investasi
Selain dukungan regulasi, Amsakar menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor memegang peran krusial dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan telah menghasilkan ekosistem yang kondusif, aman, serta mampu bersaing di tingkat global.
“Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, angka kemiskinan turun menjadi 3,81 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat hingga 83,80,” ungkap Amsakar di hadapan para perwira siswa.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak hanya terlihat dari angka statistik, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang Udara dan Kedaulatan Nasional

Lebih jauh, Amsakar mengaitkan pertumbuhan ekonomi dengan pentingnya pengelolaan ruang udara yang terintegrasi dan kuat. Ia menilai bahwa ruang udara bukan sekadar wilayah teknis penerbangan, melainkan bagian dari kedaulatan negara yang harus dikelola secara optimal.
Melalui kegiatan ini, ia berharap para perwira siswa dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Batam ke depan.
“Kami menyambut baik kehadiran para perwira siswa Seskoau. Kami berharap kajian yang disusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Batam,” ujarnya.
Sinergi TNI AU dan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Komandan Seskoau, Irwan Pramuda, serta Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, dan unsur Forkopimda Kota Batam.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pertahanan dan pembangunan ekonomi.
Batam Menuju Masa Depan Strategis
Dengan posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan internasional, Batam terus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus benteng kedaulatan nasional.
Melalui pengelolaan ruang udara yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Batam tidak hanya bergerak maju sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai simpul strategis yang menghubungkan kepentingan ekonomi dan pertahanan Indonesia.***








