Rumah Ditabrak Tongkang di Batam, Warga Berharap Santunan Perusahaan

Rumah ditabrak tongkang di Batam, empat rumah dan kelong warga rusak. Polresta Barelang fasilitasi pertemuan warga dan perusahaan pemilik tongkang untuk mencari solusi dan santunan.
Rumah ditabrak tongkang di Batam, empat rumah dan kelong warga rusak. Polresta Barelang fasilitasi pertemuan warga dan perusahaan pemilik tongkang untuk mencari solusi dan santunan.

Silaturahmi untuk Mencari Solusi

Rumah ditabrak tongkang menjadi mimpi buruk yang dialami warga Dapur 12, Sagulung, Batam. Dini hari, Rabu, 13 Agustus 2025, tongkang Bahtera Mulia 2502 milik PT TTI Shipyard hilang kendali, hanyut, dan menghantam empat rumah serta sejumlah kelong di pesisir. Dentuman keras memecah keheningan malam, meninggalkan kerusakan parah di pemukiman dan keramba jaring apung.

Polresta Barelang bergerak cepat. Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menginisiasi pertemuan antara warga terdampak dan pihak perusahaan di Satpolairud Polresta Barelang. “Kami fasilitasi komunikasi, supaya warga dan perusahaan bisa duduk bersama mencari jalan keluar,” ujarnya.

Dugaan Cuaca Jadi Pemicu

Perwira menengah Polri itu menjelaskan, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah faktor cuaca yang membuat tongkang tanpa muatan itu hanyut. Arus kuat menyeretnya hingga menabrak pemukiman warga dan keramba jaring apung.

Tim Satpolairud pun turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki penyebab pasti, sekaligus menghitung kerugian material warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, empat rumah rusak berat dan kelong warga hancur tertabrak tongkang.

Upaya Memastikan Tanggung Jawab Perusahaan

Kapolresta menegaskan pihaknya mendorong perusahaan pemilik tongkang bertanggung jawab. “Kami upayakan ada rasa tanggung jawab sosial dari pemilik kapal, setidaknya memberikan santunan kepada warga terdampak,” tegasnya.

Bagi warga seperti Rudi, pemilik kelong yang hancur, kerugian terasa begitu berat. “Kerugian saya sekitar Rp30 juta. Harapannya ya ada ganti rugi,” ungkapnya penuh harap.