9 Advokat Peradi Batam Raya akan tindak Lanjuti Kematian Siprianus

BATAMCLICK.COM, Batam – Menindak lanjuti kasus narapidana atas nama Siprianus Apiatus (27) yang meninggal didalam Rutan kelas II Batam dengan dugaan kekerasan. Radius SH,MH bersama Tony Siahaan dan tim Peradi Batam Raya menggelar konferensi pers bertempat di Ruko Nagoya Newton, Kamis (15/4/2021) pagi.

Dikatakan Radius, Tim Peradi Batam Raya membuka hati untuk memberi pengawalan dan akan mengungkap sampai tuntas kasus kematian Siprianus.

” Kami diminta sama keluarga korban untuk mengungkap kasus tersebut sampai tuntas, karena keluarga menganggap ada kejanggalan pada kematian Siprianus,” ungkap Radius didampingi oleh Tony dan tim Peradi Batam Raya.

BACA JUGA:   Amsakar Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Dalam Memberikan Perlindungan Jaminan Sosial Kepada Pekerja Rentan

” Kasus ini sangat merugikan dan kita berharap agar kedepannya tidak ada lagi kasus seperti ini terjadi,” sambung Radius.

Lanjut Radius, Hasil autopsi ada tanda kekerasan di bagian leher dan dada, dan ada beberapa penyakit yang disampaikan dokter, tetapi menurut pihak keluarga bahwa narapidana tersebut tidak ada penyakit itu.

Kami tidak mau menerka nerka disini, karena semua pihak keluarga lah yang mengetahui penyakit yang ada pada korban. Akan tetapi ditemukan kejanggalan maka dari itu pihak keluarga meminta kami untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.

BACA JUGA:   Pajak Pengiriman Bagi UMKM di Wilayah FTZ Diusulkan Dihapus

” Tetapi yang jelas ada memar benturan dari benda tumpul. Kami dari kuasa hukum akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Dan kami berharap agar kasus seperti ini tidak akan terjadi lagi. Dan menemukan titik terang,” jelas Radius.

Hal ini kami lakukan secara sukarela untuk mendampingi keluarga. seorang narapidana mempunyai hak asasi dan hak untuk hidup, kejadian seperti ini harus kita ungkap sampai tuntas agar tidak terjadi lagi kedepannya.

“Ada sembilan advokat yang diturunkan untuk mendampingi kasus ini, dan kami juga mohon kepada pihak keluarga untuk mempercayakan sepenuhnya kepada kami untuk menuntaskan kasus ini,” terang Radius.

BACA JUGA:   Covid Mengganas, Lurah Tembesi Stop Aktivitas Pasar Kaget Taman Suka Maju

Sementara Fransiskus abang ipar korban, mengatakan Sebelumnya saya mendapat kabar adik saya sedang dirawat ada penyakit asam lambung. Setelah itu pukul 14.00 WIB mendapat kabar lagi adik saya sudah meninggal. Seharusnya tanggal 29 maret 2021 adik saya keluar dengan bebas bersyarat, tetapi sampai tanggal segitu belum keluar juga.

” Saya terakhir berkomunikasi dengan adik pada tanggal 30 maret 2021 dan adik saya masih dalam keadaan sehat,” tutup Fransiskus.

Korban merupakan tahanan kasus tindak pidana pengeroyokan, dan divonis hakim selama 1 tahun 6 bulan.