Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026 sebagai langkah memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik di wilayah Kepulauan Riau.
Apel tersebut berlangsung di Lapangan Polda Kepri, Batam, pada Kamis (12/3/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin. Dalam kesempatan itu, Kapolda membacakan amanat Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Kapolri melalui amanatnya menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi bentuk pengecekan nyata terhadap kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Idul Fitri sangat bergantung pada soliditas dan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, setiap pihak harus menjalankan peran secara maksimal dan terkoordinasi.
Selain itu, strategi komunikasi publik juga menjadi perhatian utama. Aparat harus menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat, terutama terkait layanan kepolisian, rekayasa lalu lintas, serta titik-titik pengamanan selama arus mudik.
Dampak Konflik Global Ikut Jadi Perhatian
Dalam amanat tersebut, Kapolri juga menyoroti dinamika global yang terus berkembang. Ia menyebut konflik antara Israel dan Palestina, serta meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas dunia.
Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada infrastruktur strategis di Timur Tengah, termasuk fasilitas minyak dan layanan publik. Akibatnya, harga minyak dunia mengalami gejolak, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka tekanan terhadap nilai tukar rupiah bisa meningkat, sekaligus berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas di dalam negeri.
Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Stabilitas Ekonomi
Menghadapi situasi tersebut, pemerintah Indonesia terus mengambil langkah strategis. Pemerintah mengedepankan politik luar negeri bebas aktif, sekaligus memperkuat diplomasi untuk meredam dampak konflik global.
Indonesia juga aktif mendorong perdamaian internasional, termasuk melalui pendekatan two state solution dalam konflik Palestina dan Israel. Selain itu, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara untuk mencari solusi damai atas konflik yang terjadi.
Di dalam negeri, pemerintah juga memperkuat diplomasi perdagangan guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi dunia usaha dan industri nasional agar tetap berkembang di tengah ketidakpastian global.
Stok Energi Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Pemerintah memastikan ketersediaan energi tetap aman menjelang Idul Fitri. Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Pemerintah juga mengingatkan agar tidak terjadi panic buying yang justru dapat mengganggu distribusi energi.
Antisipasi Lonjakan Pergerakan Pemudik
Menjelang Lebaran, pemerintah memprediksi lonjakan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang.
Meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, seluruh pihak tetap harus waspada. Sebab, peningkatan mobilitas tetap berpotensi menimbulkan kepadatan di berbagai titik transportasi.
Ribuan Pos Disiapkan untuk Layani Pemudik
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 secara terpusat. Dalam operasi ini, aparat menyiapkan 2.746 pos pelayanan di seluruh Indonesia.
Pos tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos PAM), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu. Setiap pos berfungsi memberikan informasi, pelayanan, sekaligus pengamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Dengan dukungan strategi komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi secara cepat dan akurat selama perjalanan.
Mudik Aman, Keluarga Bahagia
Melalui Operasi Ketupat Seligi 2026, pemerintah berharap seluruh rangkaian mudik Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Sinergi yang kuat antarinstansi menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, mari terus kita tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas demi terwujudnya mudik aman dan keluarga bahagia,” demikian pesan Kapolri yang dibacakan Kapolda Kepri.
Dengan komitmen tersebut, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman, sekaligus menikmati perjalanan mudik yang nyaman dan penuh kebahagiaan.








