Rembuk Pancasila Kepri kembali digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kali ini, kegiatan memasuki Seri ke-4 Tahun 2026 dan berlangsung di Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, Selasa (10/2/2026).
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, membuka kegiatan tersebut secara resmi dan sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa.
Kepri Strategis, Namun Rentan
Nyanyang menjelaskan bahwa Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara Asia Tenggara. Selain itu, jalur internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura dilintasi puluhan ribu kapal setiap tahun.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kepri memiliki lebih dari 2,3 juta penduduk yang tersebar di ratusan pulau berpenghuni serta desa dan kelurahan di wilayah perbatasan. Karena itu, pemerintah harus memperkuat sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman ideologi yang kokoh.
Pendidikan dan Pancasila Harus Berjalan Seiring
Menurut Nyanyang, Pemprov Kepri terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kebijakan SMA gratis dan dukungan akses pendidikan di pulau-pulau.
Ia menyebut bahwa Indeks Pembangunan Manusia Kepri berada di peringkat atas nasional. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan tersebut harus dibarengi penguatan nilai Pancasila.
“Generasi muda harus memahami dan mengamalkan nilai musyawarah, keadilan, serta persatuan dalam keberagaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kepri, Muhamad Iksan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada regulasi pembinaan ideologi Pancasila dan bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, kampus, dan pemuda.
Sekitar 100 mahasiswa mengikuti kegiatan ini. Pemprov Kepri sebelumnya telah menggelar Rembuk Pancasila di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.








