BP Batam menata kota dengan ikon sejarah Melayu di Bundaran bandara

Batamclick.com,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terus melakukan penataan wajah Kota Batam dengan mengangkat sejarah dan budaya Melayu dalam pembangunan tugu di Bundaran Bandara Hang Nadim.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembangunan ikon sejarah Melayu di bundaran bandara merupakan bagian dari program memperkuat identitas daerah sekaligus mempercantik wajah kota.

“Hari ini kami melaksanakan peletakan batu pertama di Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan. Beliau pernah memimpin Kepulauan Riau dan rantau takluknya sebagai Yang Dipertuan Muda (YDM) ke-5,” kata Amsakar di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan pemilihan nama bundaran merupakan hasil pembahasan bersama berbagai pihak, mulai dari tim arsitek hingga Lembaga Adat Melayu.

Menurut Amsakar, Raja Ali Marhum memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Batam karena merupakan ayahanda Raja Isa yang dikenal sebagai tokoh yang memimpin Nongsa beserta wilayah rantau takluknya, yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah penetapan hari jadi Kota Batam.

“Antara arsitek dan lembaga adat akhirnya berkompromi. Semangat historisnya kami ambil sehingga disepakati menjadi Bundaran Raja Ali Marhum YDM ke-5,” ujar dia.

Ia menambahkan pembangunan bundaran tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun anggaran BP Batam, melainkan sepenuhnya berasal dari dukungan sponsor dunia usaha.

“Kegiatan ini tanpa APBD dan tanpa belanja BP Batam. Seluruhnya merupakan kontribusi dari para sponsor dan donatur yang ikut membantu pembangunan,” katanya.

Amsakar mengatakan penataan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menciptakan Batam yang lebih bersih, tertata, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun investor.

“Kami ingin kota ini menjadi lebih baik, lebih bersih, dan memiliki daya pikat sehingga diminati masyarakat maupun orang yang berkunjung ke Batam. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden agar kota-kota di Indonesia menjadi indah, bersih, tidak semrawut, dan tertata,” ujar dia.

Ia menargetkan pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan atau paling lambat Februari 2027.

BP Batam mengestimasikan pekerjaan akan berlangsung selama sembilan bulan.

“Ada beberapa bundaran lain juga akan kami kerjakan. Seperti yang di Tembesi, Jembatan Barelang itu segera kami tata untuk berikutnya,” kata Amsakar.

Sumber, Antara