Batamclick.com,
Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Amsakar Achmad menegaskan, keandalan listrik dan kelancaran aliran air menjadi faktor krusial dalam menarik investasi ke kawasan maritim itu, seiring meningkatnya kebutuhan energi di daerah tersebut.
“Beberapa rencana investasi yang masuk selalu dimulai dengan pertanyaan yang sama, bagaimana keandalan airnya dan bagaimana keandalan energinya. Dua hal ini menjadi penentu apakah investasi itu bisa berjalan atau tidak,” ujarnya di Batam, Selasa.
Hal tersebut ia sampaikan pada acara ‘groundbreaking’ proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, yang akan menjadi salah satu sumber pasokan gas bumi kota itu.
Amsakar mengatakan, pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam mencapai sekitar 15 persen per tahun, sementara kondisi pasokan saat ini mengalami defisit sekitar 25 BBTUD (miliar unit termal Inggris per hari).
“Pertumbuhan kelistrikan di Batam itu sekitar 15 persen per tahun. Sementara sampai dengan hari ini kita sudah mengalami defisit dari pasokan. Artinya kami membutuhkan pasokan energi baru dan kami berharap WNTS Pemping dapat menjadi solusi,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan energi tersebut sejalan dengan realisasi investasi Batam pada tahun lalu yang mencapai Rp69 triliun.
“Sekarang kita juga sedang mengembangkan proyek-proyek besar, termasuk sembilan proyek data center di Nongsa Digital Park dan Kabil yang membutuhkan energi yang luar biasa besar,” katanya.
Ia berharap proyek WNTS tersebut dapat selesai sesuai target dan mulai beroperasi pada Juli mendatang.
“Kami memandang kebijakan ini sebagai langkah yang sangat strategis. Batam adalah garda terdepan Republik Indonesia di bagian Barat, sehingga keandalan energi sangat penting. Kami berharap pasokan energi Batam tidak lagi defisit, tetapi justru mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus berkembang,” katanya.
“Batam diminta tumbuh di angka 9,5 sampai 10 persen untuk mencapai target nasional di angka 8 persen. Target itu sulit dicapai tanpa dukungan energi yang andal,” tambah dia.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Batam tidak memiliki sumber energi primer yang memadai.
“Batam ini tidak memiliki energi primer. Energi baru terbarukan juga tidak mumpuni karena tidak memiliki sungai, ombak tidak ada, dan pengembangan solar panel pun terbatas oleh ketersediaan lahan,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, optimalisasi pasokan gas, termasuk melalui jaringan pipa WNTS Pemping dan pasokan dari Sumatera, menjadi kunci untuk menjaga keandalan listrik Batam ke depan.
“Karena itu satu-satunya cara yang paling realistis adalah gas. Dengan adanya pasokan gas ini, kami akan terus mendorong PLN Batam agar bisa mengoptimalkan potensi gas sehingga kelistrikan Batam semakin andal ke depan,” katanya.
Sumber, Antara









