kolaborasi solid antara TNI AL dan Bea Cukai berhasi menggagalkan upaya penyelundupan ballpres dari Malaysia menuju Jakarta.
Operasi Gabungan Ungkap Modus Penyelundupan
Penyelundupan barang ilegal terus menjadi ancaman nyata di perairan Indonesia. Kali ini, pihaknya berhasil emngamankan enam kontainer berisi ballpres asal Malaysia di Pelabuhan Peti Kemas Pontianak, Kalimantan Barat, setelah TNI AL dan Bea Cukai melakukan operasi gabungan yang terkoordinasi rapi.
Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berawal dari informasi intelijen yang sampai ke pihaknya tentang adanya pengiriman barang ilegal dari Malaysia ke wilayah Kalimantan.
Pelabuhan Pontianak Jadi Titik Masuk
Bersama Tim Gabungan yang terdiri dari F1QR Lantamal XII, Satgas Ops Intelmar Mamba 25, dan Bea Cukai Kalimantan Barat, penyelidikan pun ke Depo Kontainer Temas, yang berada di Pelabuhan Peti Kemas Pontianak. Di sanalah aparat menemukan bukti nyata penyelundupan.
“Benar saja, petugas menemukan enam kontainer berisi ballpres, semuanya terkemas rapi di dalam karung,” ungkap Denih dalam pesan singkat kepada ANTARA, Kamis.
Enam Kontainer Diamankan, Empat Masih Disegel
Dari hasil operasi tersebut, petugas telah mengamankan dua unit kontainer berukuran 40 kaki di pangkalan Satrol Lantamal XII. Sementara itu, empat kontainer lainnya masih berada di Pelabuhan dan tim gabungan telah menyegelnya untuk kebutuhan pemeriksaan lanjutan.
Menurut Denih, berdasarkan hasil investigasi sementara, barang-barang bekas dalam kontainer itu rencananya akan dikirim dari Kalimantan ke Jakarta, menyusup lewat jalur logistik domestik.
Komitmen Tegas TNI AL Jaga Perbatasan
Denih menegaskan bahwa TNI AL tidak akan memberikan ruang bagi penyelundupan dalam bentuk apa pun. Ia memastikan akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan perbatasan, terutama di titik-titik rawan seperti jalur laut Kalimantan-Malaysia.
“Kami akan terus berupaya menggagalkan setiap penyelundupan barang ilegal yang masuk ke Indonesia,” tegasnya.









