Conte Cuma Mau Lukaku

Batamclick:
Salah satu transfer pemain Inter Milan di masa Antonio Conte yang paling sulit adalah Romelu Lukaku. Sebab Conte, cuma mau Lukaku bukan yang lain.

Antonio Conte mampu mengantarkan Inter Milan menjuarai Scudetto di musim ini, alias di musim keduanya. Inter pun berhasil menyudahi puasa gelar selama 11 tahun plus mengakhiri dominasi Juventus selama sembilan musim.

I Nerazzurri mengunci titel juara di pekan ke-34. Dengan empat laga tersisa, Atalanta sampai AC Milan di peringkat kedua sampai keempat yang mengumpulkan 69 poin sudah tak mungkin mengejar Si Ular yang kukuh di puncak klasemen dengan 82 angka. Poin maksimal ketiga klub tersebut cuma bakal menyentuh 81 poin.

BACA JUGA:   Lima Oknum Pendekar Terlibat Aksi Pengeroyokan Diamankan Polisi

Direkrut Inter Milan, Beppe Marotta begitu memuji Antonio Conte yang disebutnya mampu membawa Inter Milan bertransformasi jadi tim yang kuat. Sekaligus, mampu memilih pemain yang tepat salah satunya adalah Romelu Lukaku.

“Negosiasi transfer yang paling sulit tentunya adalah Romelu Lukaku,” katanya kepada Football Italia.

Romelu Lukaku dibeli Inter Milan dari Manchester United pada tahun 2019. Harga yang ditebus Inter pun cukup besar, yakni 74 juta Euro atau setara Rp 1,2 triliun.

Harga tersebut dirasa terlalu mahal. Sebab, Lukaku sejatinya sudah tersisih di Manchester United.

BACA JUGA:   Top Skor Liga Italia: Cristiano Ronaldo Gusur Romelu Lukaku

Lukaku disebut tidak cocok dengan gaya permainan manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer. Lukaku pun punya masalah dengan kelebihan berat badan.

Beppe Marotta menyebut, kalau Antonio Conte kukuh mau membeli Romelu Lukaku. Akhirnya, pihak klub menyetujuinya.

“Conte yakin bahwa dia akan membuat perbedaan besar dan dia benar,” terang Marotta.

Romelu Lukaku di musim ini sudah mengemas 21 gol dan sembilan assist dari 33 laga. Kalau ditotal jumlah golnya dari dua musim lalu di seluruh kompetisi, sebanyak 61 gol dan 15 assist dari 92 laga.

Bukan catatan yang buruk, bukan?

BACA JUGA:   Rumah Digerebek Polisi, Dinar Candy Tantang Tes Urine