Batamclick.com,
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menilai hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto tetap terjaga meski berada pada posisi politik yang berbeda.
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan hubungan keduanya ditopang oleh tiga aspek, yakni persahabatan yang telah lama terjalin, kenegarawanan, dan pandangan politik kebangsaan.
“Saya kira keteladanan ini pula yang diikuti oleh jajaran Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di DPR,” kata Said.
Menurut dia, kedua fraksi dapat berdiskusi dan bertukar pandangan dalam membahas kebijakan maupun program pemerintah. Meski terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah hal, kedua pihak tetap saling menghormati dan memahami posisi masing-masing.
Said menuturkan hubungan Megawati dan Prabowo telah terjalin selama puluhan tahun. Keduanya juga pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2009.
“Pertemanan dan silaturahim itu terus berlanjut meski Pilpres 2009 telah usai,” ujarnya.
Ia mengatakan hubungan keduanya tetap terjaga meski PDI Perjuangan mencalonkan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 dan berhadapan dengan Prabowo dalam kontestasi politik saat itu.
Menurut Said, hubungan tersebut tidak hanya dibangun atas dasar persahabatan, tetapi juga didukung oleh aspek kenegarawanan.
Ia menyebut Megawati saat ini masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut dia, Presiden Prabowo tetap memberikan kepercayaan kepada Megawati untuk menjalankan tugas kenegaraan tersebut meski PDI Perjuangan tidak berada dalam pemerintahan.
“Artinya, Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan. Demikian pula sebaliknya, sehingga urusan tersebut melampaui politik praktis,” ujarnya.
Said menambahkan Megawati dan Prabowo memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila melalui lembaga negara seperti BPIP.
Ia menilai keduanya juga memiliki kesamaan pandangan dalam politik kebangsaan sehingga perbedaan posisi politik tidak dimaknai sebagai permusuhan.
Menurut dia, posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tetap dihormati oleh Presiden Prabowo, termasuk berbagai masukan yang disampaikan kader partai tersebut di parlemen.
“Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level melampaui politik praktis, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata-mata kekuasaan,” kata Said.
Sumber, Antara








