Siasat Eks Pegawai Bank Tilap Rp 1,3 M Milik Nasabah Terungkap

Batamclick.com, Dua mantan pegawai Bank Riau Kepri cabang Pasir Pangaraian, NH (37) dan AS (41), ditangkap polisi karena diduga mencuri uang Rp 1,3 miliar dari tabungan nasabah. Siasat licik keduanya pun terungkap.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan kasus ini terungkap setelah ada nasabah yang membuat laporan soal kehilangan uang. Dia mengatakan tiga nasabah Bank Riau Kepri itu melaporkan kehilangan uang total Rp 1,3 miliar.

“Ketiga nasabah yang tabungannya hilang adalah RS, HN, dan HI. Mereka menabung di bank pelat merah, total kerugian Rp 1,3 miliar,” kata Sunarto di Polda Riau, Selasa (30/3/2021).

Dia mengatakan nasabah pertama yang menyadari uangnya hilang adalah RS. Saat itu, RS ingin mengambil uang tabungannya yang telah ditabung sejak 2005. Uang tersebut harusnya bernilai sekitar Rp 1,2 miliar, namun saat dicek cuma tersisa Rp 9,7 juta.

BACA JUGA:   Pemkot beri penghapusan denda pajak sambut HUT Kendari

“Nasabah RS mau ambil tabungan hari tua di bank ini. Ternyata setelah dicek, sisanya hanya Rp 9,7 juta, nasabah ini kaget sebab uang tidak pernah diambil,”ujarnya.

“Mulai ditelusuri dan ternyata ada korban lain, HN dan HI. Ditotalkan semuanya Rp 1,3 miliar,” sambungnya.

Rinciannya, RS Rp 1,2 miliar, HN Rp 133 juta, HI Rp 41 jutaan.

Siasat Licik 2 Eks Pegawai Bank Terungkap

Setelah mendapat laporan, polisi memeriksa NH yang pernah bekerja sebagai teller. Polisi juga memeriksa AS yang merupakan atasan NH.

BACA JUGA:   Bupati: Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu meningkat

“Hasil penyelidikan kami temukan adanya pencurian dana. Artinya, dana nasabah ini dicuri melalui sistem oleh NH dan AS dari bank tempat dia bekerja,” kata Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda Riau Kompol Teddy Ardian.

Keduanya diduga menarik uang nasabah secara bertahap. Ada penarikan Rp 1,5 juta hingga Rp 96 juta untuk sekali transaksi.

Dia mengatakan NH yang merupakan teller bertugas memalsukan tanda tangan nasabah. Setelah itu, AS memberikan user ID atau password agar penarikan bisa dilakukan.

“Dalam menjalankan aksinya, NH selaku teller menulis dan meniru tanda tangan nasabah dalam form slip penarikan. Dari situ, pelaku dapat melakukan penarikan uang tunai dari rekening nasabah,” ujar Teddy.

BACA JUGA:   Rudi Ajak Mahasiswa Anambas Berinovasi Demi Kemajuan Daerah

Dengan cara itu, NH menarik dana nasabah secara berkala sejak 2012 hingga 2015. Duit itu diduga digunakan untuk keperluan pribadi keduanya.

“Uang dipakai untuk keperluan pribadi AH dan AS. Jadi uang tabungan nasabah Rp 1,3 miliar ini dihabiskan,” kata Kompol Teddy Adrian, Rabu (31/3).

Polisi pun mengusut ada tidaknya pelaku lain dalam kasus ini. Uang nasabah yang raib telah diganti pihak bank.

“Seperti yang kita sampaikan kemarin, kita minta nasabah memantau keuangan yang disimpan di bank. Apalagi untuk tabungan hari tua, itu kan lama diambil. Harus tetap dicek, cetak rekening korban biar nasabah bisa tahu transaksi dananya,” kata Teddy.

(dekk)

sumber; Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *