BP3MI Kepri sebut Migrant Center jadi pusat informasi peluang kerja

Batamclick.com,
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan keberadaan Migrant Center sebagai pusat informasi sekaligus tempat menjaring calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang ingin bekerja ke luar negeri.

Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan Migrant Center yang telah tersedia di Politeknik Negeri Batam, Batam Tourism Polytechnic (BTP), dan Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang menjadi bagian dari ekosistem tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kepri.

“Migrant Center ini sebagai pusat informasi. Ketika nanti dari Migrant Center melakukan publikasi informasi, di situlah mereka bisa meminta informasi detailnya. Ada petugas kami yang setiap hari berada di lokasi,” katanya dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Dia menjelaskan informasi yang disampaikan melalui Migrant Center mencakup peluang kerja, job order, hingga berbagai program yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk program SMK Go Global yang diluncurkan pada Rabu (27/8).

Selain menjadi tempat memperoleh informasi, Migrant Center juga telah dimanfaatkan untuk pelaksanaan pelatihan bagi calon pekerja migran.

“Sudah banyak yang berkunjung ke Migrant Center di kalangan mahasiswa, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas SMK Go Global itu terjaring melalui Migrant Center,” ujarnya.

Ia mengharapkan pusat informasi tersebut memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

Dengan demikian, calon pekerja migran dapat memahami prosedur penempatan sekaligus menghindari tawaran kerja ilegal.

BP3MI Kepri juga sedang menjajaki pembentukan Migrant Center di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

“Sudah kami temui dan pihak kampus sangat mendukung. UMRAH kan merupakan kampus dengan spesialisasi di bidang maritim, dan ini juga membuka peluang untuk job order seperti able seaman dan di bidang perkapalan,” katanya.

Ia menyebut hingga Agustus 2026 terdapat 2.665 pekerja migran yang dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia.

Para pekerja migran tersebut dipulangkan terlebih dahulu ke Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

“2.665 itu deportasi dari Malaysia semua. Bukan semuanya asal Kepri, pekerja migran yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak dari Jawa Timur,” ujarnya.

BP3MI Kepri mencatat penempatan pekerja migran hingga Agustus 2026 mencapai 3.095 orang.

“Penempatan ini mayoritas ke Malaysia dan Singapura, namun ada juga yang ke Eropa, Timur Tengah dan juga Rusia,” kata dia.

Ia menilai angka penempatan yang lebih banyak daripada angka deportasi merupakan capaian BP3MI dalam memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kepri.

Sumber, Antara