Runway Bandara Raja Haji Abdullah Karimun Diminta Jadi Prioritas Nasional, MRKR Soroti Peran Strategis Kepri

TANJUNGPINANGRunway Bandara Raja Haji Abdullah Karimun dinilai sudah saatnya menjadi prioritas pembangunan nasional. Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) meminta pemerintah pusat segera mempercepat pembangunan sekaligus memperpanjang landasan pacu bandara tersebut agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas, dan menjaga posisi strategis Indonesia di kawasan perbatasan.

MRKR menilai Kepulauan Riau tidak bisa lagi dipandang hanya dari jumlah penduduk atau luas daratannya. Sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Kepri memiliki nilai strategis bagi perekonomian, pertahanan, dan kedaulatan negara.

Karimun Punya Posisi Sangat Strategis

Menurut MRKR, Kabupaten Karimun merupakan salah satu simpul ekonomi penting di Kepulauan Riau. Letaknya berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka yang setiap hari dilintasi ribuan kapal niaga dari berbagai negara.

Selain itu, Karimun terus berkembang sebagai kawasan industri, galangan kapal, perdagangan internasional, jasa maritim, hingga sektor perikanan. Seluruh sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Runway Pendek Hambat Investasi

MRKR menilai keterbatasan panjang runway Bandara Raja Haji Abdullah masih menjadi kendala utama pengembangan daerah.

Kondisi itu membatasi pembukaan rute penerbangan baru. Akibatnya, mobilitas masyarakat belum optimal, arus investasi melambat, distribusi logistik kurang efisien, dan daya saing Karimun tertinggal dibandingkan daerah lain yang memiliki fasilitas bandara lebih memadai.

Karena itu, pengembangan bandara dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi strategis bagi negara.

Dorong Konektivitas dan Logistik

MRKR berpandangan bandara yang mampu melayani pesawat berbadan sedang hingga besar akan memperkuat konektivitas Karimun dengan berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, pengembangan runway juga akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat jaringan logistik nasional, serta membuka peluang investasi baru di wilayah tersebut.

Penting untuk Pertahanan dan Keamanan

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, MRKR menilai keberadaan bandara yang lebih representatif juga memiliki fungsi strategis dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Sebagai wilayah perbatasan, Kepulauan Riau membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung mobilitas aparat, penanganan bencana, evakuasi medis, hingga berbagai kepentingan strategis nasional.

Diyakini Berdampak Besar bagi Masyarakat

MRKR meyakini percepatan pembangunan runway Bandara Raja Haji Abdullah akan memberikan dampak berganda bagi masyarakat.

Investasi diperkirakan meningkat. Lapangan kerja baru akan terbuka. UMKM akan berkembang. Sektor pariwisata ikut terdongkrak. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat Karimun dan Kepulauan Riau juga akan meningkat.

Pemerintah Pusat Diminta Segera Bertindak

Atas dasar itu, MRKR meminta pemerintah menjadikan pembangunan dan perpanjangan runway Bandara Raja Haji Abdullah sebagai bagian dari agenda strategis nasional.

Organisasi tersebut juga mendorong percepatan penganggaran serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan agar proyek tersebut segera terealisasi.

Sebagai tindak lanjut, MRKR akan menyampaikan aspirasi tersebut secara resmi kepada Presiden Republik Indonesia dengan tembusan kepada Badan Anggaran DPR RI, Kepala Kantor Staf Presiden, dan Menteri Perhubungan.

MRKR menegaskan Karimun tidak boleh hanya dikenal sebagai wilayah strategis di atas peta. Daerah ini juga harus memperoleh dukungan infrastruktur yang sebanding dengan perannya bagi masa depan Indonesia. Perpanjangan runway Bandara Raja Haji Abdullah dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan kawasan barat Indonesia.***