Serindit Luncurkan Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam

Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam diluncurkan Serindit Philosophy Centre. Buku ini memperkuat literasi lingkungan dan konservasi hutan di Kepri.
Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam diluncurkan Serindit Philosophy Centre. Buku ini memperkuat literasi lingkungan dan konservasi hutan di Kepri.

BATAMCLICK.COM: Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam resmi diluncurkan oleh Serindit Philosophy Centre pada 23 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia. Peluncuran ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat literasi lingkungan, mendokumentasikan pengetahuan lapangan, serta menjaga keanekaragaman hayati di wilayah Kepulauan Riau.

Momentum ini juga menandai perjalanan tiga tahun Serindit sebagai organisasi riset dan edukasi nirlaba yang fokus pada konservasi dan ketahanan pulau-pulau kecil, yang dikenal sebagai bagian rentan dari hotspot keanekaragaman hayati Sundaland.

Perbendaharaan Serindit, Rumah Pengetahuan Lapangan

Seiring peluncuran buku, Serindit juga memperkenalkan “Perbendaharaan Serindit”, sebuah lini penerbitan yang menjadi wadah untuk menghimpun dan menyebarkan catatan lapangan, riset, serta refleksi pengetahuan berbasis nilai Salus Naturae, Salus Populi—keselamatan alam sebagai dasar keselamatan manusia.

Melalui inisiatif ini, Serindit ingin menghadirkan ruang alternatif bagi pengetahuan lokal agar tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Panduan Praktis untuk Identifikasi Pohon di Lapangan

Sebagai publikasi perdana, buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan panduan identifikasi pohon yang lebih praktis dan aplikatif. Selama ini, referensi identifikasi cenderung bersifat teknis dan sulit digunakan di lapangan yang dinamis.

Karena itu, buku ini menggunakan pendekatan visual melalui kolase foto, legenda gambar, serta deskripsi sederhana yang tetap mempertahankan dasar ilmiah. Pendekatan ini memungkinkan siapa pun, baik peneliti, mahasiswa, maupun masyarakat umum, mengenali jenis pohon dengan lebih mudah dan cepat.

Merangkum 167 Spesies Pohon Hutan Batam

Buku ini ditulis oleh Kesuma Wijaya dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit II Batam dan Alia Firdamayanti Tarmizi. Proses penyusunannya juga melibatkan verifikasi ilmiah oleh Henti Hendalastuti Rachmat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Secara keseluruhan, buku ini merangkum 167 spesies pohon hutan Batam yang terbagi dalam dua kelompok besar. Pertama, kelompok Dipterocarpaceae seperti meranti, keruing, dan mersawa. Kedua, kelompok Non-Dipterocarpaceae yang mencakup 35 famili berbeda.

Mengajak Mengenal Hutan Lebih Dekat

Melalui buku ini, pembaca diajak mengenali pohon berdasarkan ciri-ciri morfologi seperti bentuk daun, warna getah, tekstur kulit batang, hingga bentuk banir. Selain itu, setiap spesies juga dilengkapi informasi status keterancaman berdasarkan standar International Union for Conservation of Nature (IUCN) serta klasifikasi kualitas kayu.

Dengan informasi tersebut, buku ini tidak hanya menjadi panduan identifikasi, tetapi juga alat edukasi untuk mendukung pengelolaan hutan yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Lebih dari Buku, Ini Tentang Etika terhadap Alam

Menariknya, buku ini tidak sekadar menyajikan data ilmiah, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang etika dan adab terhadap alam. Penulis mengajak pembaca untuk membangun kedekatan dengan hutan melalui proses mengenal, memahami, dan peduli.

Nilai ini menjadi pengingat bahwa manusia memiliki peran sebagai penjaga alam, bukan sekadar pemanfaat.

Kolaborasi Luas Dukung Konservasi

Peluncuran dan bedah buku ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga konservasi, akademisi, komunitas, hingga pelajar. Di antaranya Kebun Raya Batam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Batam, Universitas Batam, serta Universitas Riau Kepulauan.

Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa upaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Awal Penguatan Pengetahuan Lokal

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengarsipan pengetahuan lokal tentang hutan dan keanekaragaman hayati di Kepri. Selain itu, inisiatif ini juga mendorong tumbuhnya budaya literasi sebagai fondasi kesadaran ekologis masyarakat.

Melalui momentum Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia, Serindit menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan melalui aksi di lapangan, tetapi juga melalui pengetahuan, dokumentasi, dan kebiasaan membaca.

Menanam Kesadaran, Menjaga Masa Depan

Pada akhirnya, Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam menjadi lebih dari sekadar panduan. Buku ini hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan kesadaran, antara manusia dan alam.

Dengan mengenal, masyarakat diajak untuk peduli. Dan dengan peduli, masa depan hutan di Kepulauan Riau dapat tetap terjaga.***