Media Berintegritas, Suara Nurani yang Dijaga di Tengah Badai Disinformasi

Forum BEJO’S di Semarang menyoroti pentingnya media berintegritas. Dewan Pers dan Kemenko Polkam menekankan penguatan tata kelola media, literasi publik, serta penerapan nilai BEJO’S.
Forum BEJO’S di Semarang menyoroti pentingnya media berintegritas. Dewan Pers dan Kemenko Polkam menekankan penguatan tata kelola media, literasi publik, serta penerapan nilai BEJO’S.

Media berintegritas menjadi penegasan utama dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi BEJO’S di Semarang. Pertemuan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang berupaya menguatkan kembali fondasi etik media nasional di tengah gempuran disinformasi dan tekanan industri digital.

Suara Dewan Pers: Literasi dan Penguatan Kapasitas

Anggota Dewan Pers yang juga Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, hadir dan menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan literasi publik dan kapasitas insan pers. Ia menyebut forum ini sebagai ruang dialog strategis untuk memperkuat tata kelola media di tingkat nasional.

“Dewan Pers mendukung kegiatan ini sebagai bentuk literasi bagi insan pers dan publik, sekaligus peningkatan capacity building bagi semua pihak,” ujar Jazuli.

Media sebagai Penjaga Nurani Publik

Kemenko Polkam melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi menegaskan kembali bahwa media bukan sekadar penyalur informasi. Pesan moral itu datang dari Marsekal Pertama Arifien Sjahrir mewakili Deputi Kominfo Kemenko Polkam, Marsekal Muda Eko D. Indarto.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi penjaga nurani publik dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.

Arifien memandang media berintegritas sebagai pilar yang menopang stabilitas politik, sosial, dan keamanan nasional. Menurutnya, media yang bertanggung jawab mampu menciptakan ruang informasi yang sehat dan menyejukkan.

Tantangan Baru di Era Digital

Arifien menyoroti tekanan berat yang dihadapi media massa saat ini: maraknya disinformasi, praktik jurnalistik klikumpan, dominasi algoritma, serta kepentingan ekonomi-politik. Ia menilai ekosistem media kini diuji sampai pada titik paling krusial.

“Situasi ini menuntut penguatan tata kelola media serta penerapan nilai-nilai BEJO’S secara konsisten,” tegasnya.

BEJO’S, Bukan Sekadar Jargon

Ia menyebut nilai BEJO’S — Bertanggung jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri — sebagai pedoman strategis yang harus hidup dalam praktik keseharian media.

“Melalui BEJO’S, kita ingin memastikan media tumbuh sehat, independen, dan berpihak pada kepentingan bangsa,” ujarnya.

Arifien mengajak pemerintah, akademisi, pers, dan masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai itu di setiap ruang diskusi dan ruang redaksi.

Sinergi Lintas Sektor

Forum ini menghadirkan berbagai narasumber nasional seperti Komisioner KPI Pusat Amin Shabana, perwakilan Bappenas, dan Kementerian Komunikasi dan Digital. Perwakilan akademisi, pers, hingga instansi daerah se-Jawa Tengah ikut memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berintegritas.

Penulis: dewan persEditor: papidedy