Kebijakan Pemprov Jabar tentang jam sekolah pukul 06.30 WIB menuai tanggapan positif, termasuk dari Komisi IX DPR RI. Lebih dari sekadar perubahan jadwal, ini menjadi momentum membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Jam masuk sekolah dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB di Jawa Barat, dan kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina. Menurutnya, perubahan waktu ini bisa menjadi titik balik yang penting dalam membentuk pola hidup anak yang lebih sehat dan teratur.
“Saya termasuk yang setuju dengan kebijakan ini. Kalau masuk lebih pagi, artinya anak-anak juga harus tidur lebih cepat. Saya rasa anak-anak bisa jadi lebih sehat dan positif gaya hidupnya,” ujar Arzeti saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Tidur Lebih Cepat, Anak Lebih Sehat
Arzeti menyadari bahwa perubahan jadwal ini membutuhkan penyesuaian, tidak hanya dari anak-anak, tapi juga dari orang tua dan lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya pendampingan psikososial, terutama dari keluarga, agar anak-anak bisa tidur lebih awal dan terbiasa dengan ritme harian yang baru.
“Dengan membiasakan tidur lebih awal, anak-anak bisa terhindar dari kebiasaan tidur malam atau aktivitas sampai larut seperti bermain gawai, menonton TV tanpa kendali, atau bahkan bermain di luar rumah,” katanya.
Jangan Abaikan Aspek Kesehatan dan Keamanan
Sebagai anggota DPR yang fokus pada bidang kesehatan, Arzeti juga mengingatkan, Pemda harus membarengi kegiatan ini dengan jaminan bahwa anak-anak tetap mendapat waktu istirahat yang cukup.
“Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan jasmani dan mentalnya. Kalau mereka harus bangun lebih pagi, artinya tidur juga harus lebih cepat. Ini penting agar kebijakan ini tidak malah merugikan,” tegasnya.
Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 14 Juli 2025 di seluruh wilayah Jawa Barat. Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor: 58/PK.03/DISDIK, jam efektif belajar mulai pukul 06.30 WIB dan berlangsung hanya dari Senin hingga Jumat. Hari Sabtu resmi libur dari jadwal kegiatan belajar mengajar.
Namun, kebijakan ini bersifat opsional, sehingga setiap sekolah dapat menyesuaikan penerapannya berdasarkan kondisi geografis, sosial, dan budaya masing-masing wilayah. Ini memberikan ruang fleksibilitas agar kebijakan tetap relevan dan tidak membebani.
Sebuah Langkah Menuju Perubahan yang Lebih Baik
Meski menuai pro dan kontra, kebijakan memajukan jam masuk sekolah membuka ruang dialog tentang pentingnya pola hidup sehat bagi anak-anak Indonesia. Lebih dari sekadar urusan jadwal, ini menyentuh cara kita membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak dini.









