SAR Natuna Kini Punya Pawang Anjing Pelacak, Harapan Baru dalam Misi Penyelamatan

BATAMCLICK.COM: Di tengah tantangan medan pencarian dan pertolongan yang berat di wilayah perbatasan Indonesia, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna kini memperkuat armadanya dengan dua personel pawang anjing pelacak (K9). Ini bukan sekadar tambahan tim, tetapi secercah harapan baru bagi keluarga korban yang menanti keajaiban dari balik puing dan gelombang.

Dimas Prasetiyo dan Nesya Elvira, dua nama yang kini memikul tanggung jawab besar sebagai dog handler SAR Natuna, bukanlah orang baru. Mereka merupakan personel lama yang dipilih untuk mengikuti pelatihan pawang K9 angkatan pertama Basarnas RI pada Mei 2025, yang digelar oleh Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) di Bogor. Pelatihan ini juga melibatkan langsung SAR Dog Indonesia (SDI) sebagai mitra instruktur profesional.

“Kami belum punya anjing K9 sekarang, tapi sudah berkoordinasi dan akan segera mendapat satu ekor dari Kantor SAR Semarang,” ujar Kepala KPP Natuna Abdul Rahman, Sabtu (14/6) di Natuna. Ia menyebut, anjing pelacak tersebut nantinya berjenis kelamin betina dan sudah melalui pelatihan penciuman khusus.

Anjing Pelacak: Sahabat Setia dalam Misi Kemanusiaan

Anjing pelacak atau K9 bukanlah teknologi baru dalam dunia pencarian dan penyelamatan. Kepekaan penciuman mereka yang luar biasa membuat mereka mampu mendeteksi keberadaan manusia dalam kondisi ekstrem—dari reruntuhan bangunan hingga hutan belantara.

“Peran pawang sangat penting. Mereka bukan hanya memandu, tetapi membangun ikatan emosional dengan anjing. Di sinilah kekuatan utama K9 dalam operasi SAR—kerja sama tanpa kata, hanya dengan rasa dan naluri,” jelas Abdul Rahman.

Salah satu contoh nyata efektivitas K9 adalah saat bencana longsor di Pulau Serasan pada 2023, di mana kehadiran anjing pelacak sangat membantu tim SAR menemukan korban yang tertimbun.

Prestasi Membanggakan dari Natuna

Menariknya, dalam pelatihan nasional tersebut, salah satu pawang asal SAR Natuna berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nasional dari 27 peserta seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti komitmen dan kesiapan Natuna dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di lapangan.

“Kami berharap kehadiran K9 bisa mempercepat proses pencarian dan memberi akurasi tinggi dalam operasi SAR. Ini bukan sekadar alat bantu, tapi bagian dari perjuangan menyelamatkan nyawa,” tambah Abdul Rahman.

Sumber: Antara