BATAMCLICK.COM: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau, mencatat 344 kasus tuberkulosis (TB) positif hingga akhir Januari 2025. Jumlah ini berasal dari skrining terhadap 2.578 orang.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa skrining dan deteksi dini terus dilakukan untuk mencapai target eliminasi TB pada 2030.
“Hingga Januari 2025, dari target 36.047 orang yang harus diskrining, sebanyak 2.578 terduga TB telah diperiksa, dan 344 orang di antaranya terkonfirmasi positif,” ujarnya, Rabu (19/2).
Sebagai perbandingan, sepanjang 2024, Dinkes mencatat 4.997 kasus positif dari total 36.113 orang yang diskrining.

Didi juga menyoroti pentingnya pemeriksaan TB bersamaan dengan skrining HIV. Pasien HIV memiliki daya tahan tubuh lemah, sehingga lebih rentan terkena TB.
“TB dan HIV menjadi fokus utama eliminasi hingga 2030. Semakin banyak skrining dilakukan, semakin cepat kasus terdeteksi dan diobati. Ini mencegah TB berkembang hingga menjadi wabah besar,” jelasnya.
Untuk diagnosis TB, Batam mengandalkan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersedia di 11 fasilitas kesehatan, termasuk empat puskesmas dan beberapa rumah sakit.

“Penderita TB wajib menjalani pengobatan selama enam bulan dengan kontrol rutin setiap bulan. Jika pengobatan tidak teratur, pasien bisa mengalami resistensi obat, yang akan memperpanjang masa penyembuhan,” tambahnya.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk aktif menjalani skrining TB agar penyakit ini dapat dideteksi dan diobati sejak dini, sehingga angka penyebaran bisa ditekan.(kyy)









