Batamclick.com,
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat kesiapan infrastruktur khususnya pasokan listrik dan air bersih guna mendukung industri pusat data yang kini menjadi salah satu sektor investasi strategis.
“Data center dapat berkembang di Batam sepanjang kebutuhan listrik dan air bersih terpenuhi. Penandatanganan PJBTL hari ini menunjukkan kesiapan pasokan listrik, sementara Pemerintah Kota Batam akan terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi para investor,” kata Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad , dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Komitmen tersebut disampaikan Amsakar Achmad saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center (pusat data).
Menurut Amsakar, kebutuhan infrastruktur yang andal menjadi faktor utama agar Batam mampu mempertahankan daya saing sebagai tujuan investasi berbasis teknologi.
Ia menjelaskan, arah investasi Batam kini mengalami transformasi. Jika sebelumnya didominasi sektor infrastruktur dan manufaktur perakitan, katanya, kini investasi mulai bergeser ke sektor teknologi informasi, termasuk industri pusat yang berkembang pesat.
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan Batam tengah bertransformasi menuju kawasan industri berteknologi tinggi yang memiliki nilai tambah lebih besar bagi perekonomian daerah.
“Apa yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan mampu meningkatkan daya saing investasi,” ujar Amsakar.
Amsakar menilai keputusan PT Altiva Identity Data Center berinvestasi di Batam merupakan langkah yang tepat.
“Selain berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura, Batam juga didukung berbagai kebijakan pemerintah pusat yang memperkuat iklim investasi,” katanya.
Ia juga menyinggung meningkatnya perhatian investor global terhadap Batam.
Salah satunya melalui rencana investasi kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk pengembangan fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.
Karena itu, Amsakar mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui sinergi dan pembangunan narasi positif mengenai Batam sebagai daerah yang aman serta ramah investasi.
“Kolaborasi seperti ini penting agar Batam semakin kokoh sebagai lokomotif investasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Di sisi lain, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian Batam dengan kontribusi sekitar 52-56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Sementara terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, kontribusinya mencapai 62-68 persen.
Amsakar optimistis penguatan infrastruktur yang diiringi oleh kemudahan investasi akan semakin mempercepat transformasi ekonomi Batam sebagai pusat industri dan teknologi di Indonesia.
Sumber, Antara









