Produk IKM keripik tempe Tanjungpinang dipasarkan ke Singapura

Batamclick.com,
Produk Industri Kecil Menengah (IKM) keripik tempe Sarimas khas Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dipasarkan hingga ke Singapura dengan omzet penjualan mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Owner Sarimas Suratno mengatakan pengiriman keripik tempe ke negeri jiran itu semakin menggeliat sejak tahun 2023, dengan rata-rata penjualan 300 sampai 400 kilogram per bulan.

“Keripik tempe Sarimas langsung dipesan dari ritel terkemuka di Singapura, dan dipasarkan di outlet mereka,” kata Suratno, di Tanjungpinang, Selasa.

Dia menjelaskan keripik tempe kemasan tersebut dikirim ke Singapura melalui Kota Batam. Produk yang dikirim berupa keripik tempe original dan keripik tempe sagu. Harga per kilogram dibanderol Rp80 ribu.

Untuk bisa menembus pasar Singapura, menurut Suratno, ia harus menyesuaikan produk buatnya dengan lidah atau selera warga di sana.

“Mereka suka rempah-rempah, jadi tinggal kita padukan gurihnya keripik tempe dengan rempah tradisional,” ujarnya.

Selain itu, Suratno juga banyak bekerja sama dengan agen tour and travel, sehingga setiap wisatawan mancanegara (wisman), terutama dari Singapura yang datang ke Tanjungpinang, selalu singgah belanja ke outlet Sarimas di Jalan Sucipto, Kilometer 12 Tanjungpinang.

Di outlet Sarimas itu tersedia keripik tempe original kemasan 300 gram dijual Rp35 ribu per pack, lalu keripik tempe original kemasan 200 gram dijual Rp20 ribu per pack.

Wisman tidak hanya berbelanja, namun juga mendapatkan pengalaman melihat langsung bagaimana proses produksi keripik tempe Sarimas yang higienis dan berkualitas.

“Dari situ, mungkin mereka cerita ke teman-teman lainnya di Singapura kalau produksi keripik tempe Sarimas sesuai SOP dengan rasanya yang gurih, sehingga menarik minat mereka terhadap produk kita,” ujarnya pula.

Suratno melanjutkan ekspor keripik tempe ke Singapura pun tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang melalui pembangunan Rumah Produksi Sentra IKM Makanan Ringan, tak jauh dari outlet Sarimas.

Bangunan seluas 6×8 meter per segi yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Perindustrian itu mulai beroperasi 2024, dan kini menjadi rumah produksi keripik tempe Sarimas dengan mempekerjakan enam orang karyawan.

Dalam sebulan, Sarimas bisa berproduksi selama sekitar 20 hari, dengan rata-rata per sekali produksi mencapai 50 kilogram keripik tempe. Produknya juga dijual di sejumlah ritel modern nasional di Tanjungpinang dan Batam, seperti Indomaret.

“Bahan baku menggunakan kacang kedelai yang diolah jadi tempe, lalu digoreng menjadi keripik tempe,” katanya lagi.

Kepala Bidang perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Pemkot Tanjungpinang M Endy Febri terus mendorong pelaku IKM meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya guna menembus pasar ekspor, apalagi geografis Kepri secara umum berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Ia menyebut Disdagin Tanjungpinang dalam dua sampai tiga tahun terakhir ini cukup sering mengadakan pelatihan bertema ekspor sekaligus mengundang pelaku ekspor sebagai narasumber untuk motivasi pelaku IKM.

Selain itu, Disdagin juga pernah memfasilitasi sertifikasi untuk syarat masuk pasar luar negeri Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada sejumlah pelaku IKM lokal. Termasuk mengadakan pelatihan kemasan yang mengarah pada Good Manufacturing Practices atau cara produksi yang baik.

“Hasilnya cukup banyak produk IKM kita tembus pasar luar negeri, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menciptakan lapangan kerja baru,” kata dia pula.

Sumber, Antara