TANJUNGPINANG – Marina Ferry menambah jadwal pelayaran rute Johor Bahru, Malaysia–Tanjungpinang menjadi dua kali perjalanan pada akhir pekan. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Tanjungpinang dan Bintan.
Penambahan jadwal ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan perjalanan wisata sekaligus memperkuat akses masuk wisatawan melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.
Berlaku Sejak 1 Juli 2026
Direktur Marina Ferry, Rusna, mengatakan perubahan jadwal sudah diterapkan sejak awal Juli lalu. Sebelumnya kapal hanya melayani satu perjalanan setiap hari. Kini, pada hari tertentu tersedia dua kali pelayaran.
“Kami mengubah jadwal perjalanan dari dan ke Johor Bahru serta Tanjungpinang sejak 1 Juli 2026,” kata Rusna.
Ia menjelaskan, setiap kapal memiliki kapasitas hingga 150 penumpang dalam satu kali pelayaran.
“Perubahan ini merupakan upaya kami mendukung peningkatan kunjungan wisatawan melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura. Kapal kami mampu mengangkut hingga 150 penumpang setiap perjalanan,” ujarnya.
Dua Kali Pelayaran pada Akhir Pekan
Rusna menjelaskan, jadwal baru belum berlaku setiap hari. Penambahan dua trip hanya diterapkan pada akhir pekan dan awal pekan.
Dari Johor Bahru menuju Tanjungpinang, kapal berangkat setiap Sabtu, Minggu, dan Senin pukul 09.45 serta 15.45.
Sementara dari Tanjungpinang menuju Johor Bahru, kapal berangkat setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu pukul 07.00 dan 13.45.
Menurut Rusna, layanan tersebut dijalankan bersama dua perusahaan pelayaran yang tergabung dalam satu konsorsium.
Minta Dukungan Pemerintah
Selain menambah jadwal pelayaran, Marina Ferry juga berharap pemerintah memberikan dukungan agar biaya operasional dapat ditekan.
“Kami sangat berharap dukungan pemerintah agar beban harga bahan bakar dapat dibantu sehingga harga tiket kami bisa lebih bersaing dengan Batam,” kata Rusna.
ASITA Optimistis Wisatawan Malaysia Terus Meningkat
Ketua ASITA Tanjungpinang, Sapril Sembiring, menyambut positif penambahan jadwal pelayaran tersebut. Menurutnya, akses transportasi yang semakin baik akan memudahkan wisatawan berkunjung ke Tanjungpinang.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas perubahan jadwal ferry dari dan ke Johor Bahru. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata agar Tanjungpinang semakin mudah diakses dan kunjungan wisatawan terus meningkat,” ujar Sapril.
Ia menilai pasar wisatawan Malaysia sedang tumbuh dan permintaannya terus meningkat.
Menurut Sapril, wisatawan Malaysia memiliki minat besar terhadap wisata sejarah, budaya, kearifan lokal, kuliner, hingga pusat perbelanjaan di Tanjungpinang dan Bintan.
“Karena itu, kita harus memperkuat promosi sekaligus membenahi infrastruktur dan destinasi wisata agar semakin menarik bagi wisatawan,” tutupnya.***









