Harga Emas Turun Terus, Ternyata Ini Biang Keroknya!

BATAMCLICK.COM, Harga emas Antam hari ini, Sabtu (27/2/2021) menyentuh Rp 917.000 per gram, atau turun Rp 2.000 dibandingkan harga kemarin, Jumat (26/2). Harga tersebut merupakan harga terendah sejak pertengahan tahun 2020.

Sementara, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini merosot Rp 8.000 ke level Rp 794.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sejak akhir 2020, harga emas batangan Antam memang terus mengalami penurunan. Bahkan, harga hari ini telah anjlok 13,89% atau setara Rp 148.000 jika dibandingkan harga tertinggi emas batangan Antam yakni Rp 1.065.000/gram pada 7 Agustus 2020 lalu.

BACA JUGA:   Sertu Sujadi Membuat Adukan Semen di Rehab RTLH

Direktur TFRX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan, penyebab harga emasdikarenakan adanya sentimen negatif terhadap emas yang berasal dari kekhawatiran akan inflasi yang tinggi.

“Ini kan karena inflasi tinggi, sehingga menyebabkan imbal hasil treasury di AS mengalami kenaikan. Lalu di sisi lain juga vaksinasi di berbagai negara terus berlanjut,” kata dia saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, program vaksinasi di sejumlah negara mulai memperbesar harapan ekonomi membaik. Oleh sebab itu, investor beralih dari investasi emas yang sebelumnya dipilih karena merupakan instrumen safe haven. Ekspektasi investor terhadap pasar pun semakin membaik.

Ia menilai, wajar harga emas turun ketika investor optimistis akan adanya pemulihan ekonomi global.

BACA JUGA:   Eto'o: Sakit Rasanya Nonton Barcelona

Pada faktanya, Amerika Serikat (AS) sudah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap sekitar 200 juta penduduk. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan Inggris yang hanya melakukan vaksinasi terhadap 15 juta penduduk.

“Vaksin di Inggris saja sudah mempengaruhi harga emas. Apalagi kalau AS sudah lakukan vaksinasi 200 juta penduduknya. Ini akan memberikan sentimen negatif ke harga emas,” jelas Ibrahim.

Sementara itu, dilansir dari situs web Kitco, Kepala Strategi Lintas Aset untuk Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan, walaupun inflasi diperkirakan akan naik pada tahun ini, itu tidak akan cukup untuk mendukung harga emas.

“Ekonom Morgan Stanley memperkirakan inflasi AS akan naik sedikit di atas 2% selama dua tahun ke depan. Jadi ini bukan jenis skenario pelarian untuk inflasi yang tampaknya paling cocok untuk emas,” tutupnya. (mat)

BACA JUGA:   Geliat Ekonomi Desa Tamansari Penerimaan Program TMMD Reguler 111 Kodim Pati

sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *