Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengajak masyarakat memanfaatkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebagai upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, di Natuna, Sabtu mengatakan MKJP memiliki tingkat efektivitas mencapai 99 persen dalam mencegah kehamilan dan mengatur jarak kelahiran dalam jangka waktu yang panjang.
Ia menjelaskan, MKJP terdiri atas beberapa jenis, yakni Intrauterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim (KB spiral), implan atau susuk KB, Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi, serta Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.
Menurut dia, masa kerja MKJP bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari lebih atas tiga tahun hingga belasan tahun.
“Mengatur kehamilan itu penting untuk meminimalkan risiko stunting,” katanya.
Hikmat menjelaskan, dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka pendek, seperti pil KB atau suntik, MKJP lebih efektif karena tidak memerlukan penggunaan atau penyuntikan secara berkala sehingga risiko kegagalan akibat kelalaian pengguna dapat diminimalkan.
Ia menjelaskan idealnya waktu antara kelahiran anak pertama dan kedua atau selanjutnya adalah tiga tahun. Pengaturan jarak kelahiran memberikan waktu yang cukup bagi ibu untuk memulihkan kondisi kesehatan sekaligus memastikan anak memperoleh perhatian dan asupan gizi yang optimal pada masa pertumbuhan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, termasuk MKJP yang terbukti aman, efektif, dan memberikan perlindungan dalam jangka panjang,” ujar dia.
Sementara Ketua IBI Cabang Natuna Firdian fransisca mengatakan dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang pentingnya MKJP pihaknya gencar melakukan edukasi dan pemasangan langsung alat kontrasepsi ke setiap daerah.
Kegiatan terbaru kata dia dilakukan di Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat pada Sabtu.
“Pemasangan gratis, dan juga bisa dilakukan di setiap Puskesmas, di tahun ini sekitar ratusan orang yang sudah memanfaatkan MKJP,” ucap dia.
Sumber, Antara









